
Wakil Menteri Sekretaris Negara Bambang Eko Suhariyanto (Foto: Istimewa)
UPDATEYUK - Pemerintah melalui Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) mulai menelusuri informasi terkait dugaan penerimaan uang oleh sejumlah mahasiswa yang sebelumnya mengikuti aksi demonstrasi dan menghadiri pertemuan dengan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka di Istana Wakil Presiden.
Langkah tersebut dilakukan menyusul ramainya perbincangan publik mengenai dugaan aliran dana kepada peserta aksi mahasiswa yang berlangsung di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada pertengahan Juni 2026.
Hingga saat ini, pemerintah mengaku masih mengumpulkan informasi dan belum dapat memberikan tanggapan lebih jauh terkait isu yang berkembang.
Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Bambang Eko Suhariyanto mengatakan pihaknya akan terlebih dahulu memeriksa kebenaran informasi yang beredar sebelum mengambil sikap resmi.
“Wah, saya akan cek dulu deh beritanya ya, benarnya seperti apa ya, oke. Saya akan cek, saya akan cek ya, minta waktu saya,” kata Bambang di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (23/6/2026).
Saat kembali ditanya mengenai respons Istana terhadap isu tersebut, Bambang menegaskan bahwa proses pengecekan masih berlangsung.
“Kita akan cek, akan cek ya,” ujarnya.
Menurut Bambang, pihaknya membutuhkan waktu untuk mengetahui secara rinci duduk perkara yang sedang menjadi perhatian publik tersebut.
“Iya, kita akan cek ya, akan dicek ya. Saya harus tahu detailnya seperti apa beritanya ya,” kata Bambang.
Baca Juga: Fakta Baru Kasus YTR, Korban Diduga Dipaksa Bertato Nama dan Wajah Taufik Hidayat
Polemik ini bermula setelah digelarnya forum terbuka pada 22 Juni 2026 yang membahas isu dugaan aksi berbayar pasca demonstrasi mahasiswa di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat.
Forum tersebut digelar untuk merespons berbagai informasi yang beredar di media sosial terkait dugaan adanya pemberian uang kepada peserta aksi.
Sebelumnya, sebanyak 15 perwakilan mahasiswa dari Universitas Bung Karno (UBK) dan Universitas Mohammad Husni Thamrin Jakarta diketahui sempat diterima Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wakil Presiden.
Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa menyampaikan berbagai aspirasi terkait sejumlah isu nasional yang sedang berkembang.
Namun, setelah pertemuan berlangsung, muncul dugaan adanya aliran dana kepada sejumlah peserta aksi yang kemudian memicu perdebatan di lingkungan kampus maupun media sosial.
Perhatian publik semakin meningkat setelah beredar sejumlah video dan informasi di media sosial yang menampilkan pengakuan dari Ketua BEM Fakultas Hukum UBK, Muhammad Abdimaludin atau Abdi.
Berdasarkan informasi yang beredar, Abdi disebut mengakui adanya penerimaan dana dari seorang anggota kepolisian sebelum aksi demonstrasi dan audiensi dengan Wakil Presiden berlangsung.
Dana tersebut kemudian disebut dibagikan kepada sejumlah pengurus organisasi mahasiswa dan peserta aksi lainnya.
Baca Juga: Dugaan Aliran Dana ke Mahasiswa UBK Mengemuka, Nama Kapolda Ikut Disebut
Selain itu, beredar pula rincian nominal yang disebut diterima sejumlah pihak, dengan jumlah yang bervariasi mulai dari Rp2 juta hingga Rp6 juta.
Meski demikian, informasi tersebut hingga kini masih menjadi bagian dari klaim yang beredar di media sosial dan belum dapat diverifikasi secara independen.
Sampai berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait pengakuan yang beredar maupun dugaan aliran dana kepada peserta aksi mahasiswa tersebut.
Sementara itu, Kemensetneg menyatakan masih melakukan penelusuran untuk memastikan fakta-fakta yang berkembang sebelum memberikan penjelasan resmi kepada publik.