Kamis, 25 Jun 2026 NewsDaerahEkonomiSosokTren
Breaking
Beranda › News
News

Fakta Baru Kasus YTR, Korban Diduga Dipaksa Bertato Nama dan Wajah Taufik Hidayat

✍️ M Taufik Hidayatulloh 🕒 24 Jun 2026 👁️ 3x dibaca
Taufik Hidayat usai ditangkap polisi terkait kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap YTR.
Taufik Hidayat usai ditangkap polisi terkait kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap YTR. Foto: Istimewa

Kasus YTR kembali memunculkan fakta baru. Korban diduga dipaksa membuat tato nama dan wajah Taufik Hidayat di tubuhnya. Polisi masih mendalami dugaan penyekapan dan penganiayaan yang dilakukan tersangka.

UPDATEYUK - Kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap perempuan berinisial YTR (29) di Jawa Barat terus memunculkan fakta-fakta baru yang mengejutkan publik. Selain dugaan penyiksaan fisik yang dialami korban, kini muncul informasi bahwa YTR diduga dipaksa membuat tato nama dan wajah pelaku, Taufik Hidayat (30), di beberapa bagian tubuhnya.

Temuan tersebut menjadi sorotan setelah foto-foto tato yang diduga melekat di tubuh korban beredar luas di media sosial. Kasus ini pun memicu beragam pertanyaan dari masyarakat mengenai bentuk kekerasan dan kontrol yang diduga dialami korban selama berada bersama pelaku.

Di sisi lain, polisi masih terus mendalami berbagai keterangan dan bukti untuk mengungkap secara utuh dugaan penyekapan dan penganiayaan yang dilakukan tersangka.

Tato Nama dan Wajah Pelaku Jadi Sorotan Publik

Perbincangan mengenai kasus YTR semakin ramai setelah akun media sosial X @terlanjurmapan membagikan informasi terkait tato yang diduga dipasang secara paksa pada tubuh korban.

Berdasarkan informasi yang beredar, korban disebut memiliki tato di tangan kanan, tangan kiri, hingga bagian dada. Tato tersebut berisi nama korban dan pelaku, kalimat berbahasa Inggris, serta gambar wajah Taufik Hidayat.

Dalam foto yang beredar, terlihat tulisan "Yuvita 🖤 Taufik", disertai tulisan lain dan ilustrasi wajah yang disebut menyerupai pelaku.

X Embed X (Twitter): https://x.com/terlanjurmapan/status/2069440624840016093

Sementara itu, dokumentasi tato yang berada di bagian dada korban tidak disebarluaskan untuk menjaga privasi korban.

Munculnya informasi tersebut memicu reaksi luas dari publik. Banyak warganet mempertanyakan bagaimana proses pembuatan tato itu bisa terjadi di tengah dugaan penyiksaan yang dialami korban.

Tak sedikit yang menduga ada pihak lain yang mengetahui kondisi korban namun tidak melaporkannya kepada pihak berwenang.

"Tukang tatonya tahu enggak dia lagi dalam kondisi terancam dan korban penyiksaan? Orang-orang di sekeliling Taufik ini wajib diusut sih, siapa saja yang tahu tapi melakukan pembiaran. Menyekap dan menyiksa orang sampai segitunya, kemungkinan besar ada yang tahu," tulis salah satu komentar netizen.

Pengakuan Tersangka Soal Durasi Penyekapan

Di tengah berkembangnya berbagai informasi, tersangka Taufik Hidayat juga telah memberikan keterangan kepada penyidik Polda Jawa Barat.

Saat menjalani pemeriksaan, Taufik mengaku telah menyekap korban selama satu setengah tahun. Pernyataan tersebut berbeda dengan keterangan keluarga korban yang sebelumnya menyebut YTR tidak pulang ke rumah selama sekitar tiga tahun.

"Satu tahun setengah," kata Taufik saat diinterogasi penyidik.

Perbedaan keterangan tersebut kemudian memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Sejumlah pihak menduga korban kemungkinan tidak selalu berada di dalam rumah selama tiga tahun penuh.

Dugaan itu muncul setelah beredar informasi bahwa korban disebut masih bekerja di sebuah pabrik selama tidak pulang ke rumah. Namun, aktivitas korban diduga tetap berada dalam pengawasan ketat pelaku.

"Disekapnya sepertinya bukan 3 tahun, korban tidak pulang selama 3 tahun tapi masih bekerja di salah satu pabrik," balas pemilik akun @terlanjurmapan.

Meski demikian, informasi tersebut masih menjadi bagian dari berbagai keterangan yang beredar dan belum menjadi kesimpulan resmi penyidik.

Baca Juga: Dugaan Aliran Dana ke Mahasiswa UBK Mengemuka, Nama Kapolda Ikut Disebut

Polisi Masih Dalami Dugaan Penyiksaan dan Penguasaan Korban

Tato yang diduga dibuat pada tubuh korban YTR menjadi sorotan publik setelah beredar di media sosial.

Selain dugaan penyekapan, penyidik juga mendalami berbagai bentuk kekerasan yang dialami korban selama berada bersama tersangka.

Dalam pemeriksaan, Taufik membantah telah merusak atau mencongkel mata korban. Namun ia mengakui melakukan pemukulan menggunakan helm hingga menyebabkan korban mengalami luka.

Saat ditanya penyidik mengenai luka yang dialami korban, Taufik mengakui telah memukul lebih dari satu kali.

"Giginya kan copot satu, kedua kali dipukul lagi pakai helm," kata Taufik.

Ketika ditanya mengenai tanggung jawab atas perbuatannya, tersangka menyatakan siap menjalani proses hukum yang sedang berjalan.

"Siap, Pak," ujar Taufik.

Ia juga mengaku menyesali perbuatannya terhadap korban.

"Menyesal banget, Pak," lanjutnya.

Saat ini, Taufik Hidayat telah ditahan di Polda Jawa Barat setelah ditangkap di wilayah Majalaya, Kabupaten Bandung, pada Selasa (23/6/2026) malam.

Penyidik masih terus mengumpulkan alat bukti dan mendalami berbagai keterangan saksi guna mengungkap secara menyeluruh dugaan penyekapan, penganiayaan, serta kemungkinan bentuk kekerasan lainnya yang dialami korban selama berada di bawah kendali pelaku. (*)

📷 Embed Instagram: https://www.instagram.com/p/DZ8_hsqEv3q/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=NTc4MTIwNjQ2YQ==

 

MH
Bagaimana menurut Anda? Klik bintang untuk memberi nilai
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update