Selasa, 23 Jun 2026 NewsDaerahEkonomiSosokTren
Breaking
Beranda › News
News

Dasco Telepon Bos Pertamina, Ancaman PHK 55 Ribu Buruh Jadi Sorotan

✍️ taufieqhidayat 🕒 23 Jun 2026 👁️ 4x dibaca
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad saat membuka Rakernas KSPI 2026 di Jakarta.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad saat membuka Rakernas KSPI 2026 di Jakarta. Foto: Instagram/sufmi_dasco

Ancaman PHK terhadap 55 ribu buruh di Bekasi menjadi sorotan akibat lonjakan harga gas industri. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad langsung menghubungi Dirut Pertamina untuk mencari solusi.

UPDATEYUK - Ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap puluhan ribu buruh akibat persoalan gas industri menjadi perhatian serius DPR RI. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bahkan langsung menghubungi Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Selasa (23/6/2026).

Langkah tersebut dilakukan setelah Dasco menerima keluhan dari kalangan serikat pekerja terkait kelangkaan pasokan dan melonjaknya harga gas industri yang dinilai mengancam keberlangsungan operasional sejumlah pabrik.

Menurut informasi yang disampaikan pimpinan serikat pekerja, sekitar 55 ribu buruh di kawasan Bekasi terancam kehilangan pekerjaan dalam waktu dekat apabila persoalan tersebut tidak segera ditangani.

Baca Juga: QLola by BRI Makin Diminati Korporasi, Jumlah Pengguna Tembus 258 Ribu Klien

Dasco Telepon Dirut Pertamina Saat Rakernas KSPI

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad saat menghadiri dan membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) di Jakarta, Selasa (23/6/2026).

Dalam sambutannya di hadapan para buruh, Dasco mengaku mendapat banyak pertanyaan terkait persoalan gas industri yang saat ini dikeluhkan pelaku usaha dan pekerja.

"Halo, Pak Dirut Pertamina ini saya lagi di Raker KSPI. Saya tadi ditanyakan mengenai masalah gas industri. Jadi ini saya tadi udah rancang pidato cuman buyar semua nih gara-gara soal gas," kata Dasco saat menelpon Dirut Pertamina dalam sesi sambutannya, Jakarta Pusat, Selasa (23/6/2026).

📷 Embed Instagram: https://www.instagram.com/reel/DZ7Ffr6xeDA/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==

Melalui sambungan telepon yang diperdengarkan kepada peserta acara, Dasco meminta penjelasan mengenai langkah yang akan diambil Pertamina untuk membantu menyelesaikan persoalan tersebut.

Menanggapi hal itu, Simon Aloysius Mantiri menyatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) guna mencari solusi yang dapat membantu sektor industri.

"Saya tentunya akan segera koordinasi dengan pihak PGN, dan dari kita tentunya komitmen kita agar supaya kita akan lakukan penyesuaian, tentunya setelah mengikuti penyesuaian molekul dari LNG," jawab Simon.

Ia menegaskan Pertamina berkomitmen mendukung keberlangsungan industri nasional, termasuk melalui upaya penyesuaian harga gas agar lebih kompetitif.

"Kita tentunya lakukan yang terbaik Pak Dasco agar supaya segera ada perbaikan, dan tentunya untuk mendukung juga teman-teman di industri dengan harga yang sesuai," kata Simon.

Harga Gas Industri Disebut Jadi Pemicu Krisis

Dalam kesempatan yang sama, Dasco mengingatkan bahwa persoalan gas industri tidak hanya berdampak pada dunia usaha, tetapi juga berpotensi menimbulkan gelombang PHK besar-besaran.

"Jadi dalam beberapa hari ini ini sudah ada ancaman PHK. Jadi mungkin kita juga mesti cari jalan keluar atau kemudian juga yang dalam waktu dekat PHK ini juga harus kita mitigasi. Bagaimana kemudian pabrik-pabrik ini sekitar 55 ribu (buruh) katanya yang terancam PHK dan tentunya itu sangat memprihatinkan," kata Dasco.

Ia kemudian mengusulkan agar Pertamina dan perwakilan serikat pekerja segera menggelar pertemuan dalam waktu dekat untuk mencari solusi bersama.

"Nah mungkin kita bisa duduk sehari dua hari ini juga dengan perwakilan dari teman-teman buruh satu atau dua (asosiasi buruh) nanti supaya kita bisa cari jalan keluar," tutur Dasco.

Serikat Pekerja Sebut Dua Pabrik Besar Sudah Bersiap Tutup

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengatakan ancaman PHK terhadap sekitar 55 ribu buruh bukan sekadar prediksi, melainkan kondisi yang berpotensi terjadi dalam waktu dekat.

"Dapat dipastikan Bang Dasco, minggu depan, maksimal 10 hari ke depan, 55 ribu orang ter-PHK. Ini menjadi kekhawatiran kita semua karena gas industri," kata Andi Gani.

Menurutnya, beberapa perusahaan besar di Bekasi telah terdampak tingginya harga gas industri dan mulai mengambil langkah efisiensi.

"Sekarang hari ini kita mengalami kesulitan sangat luar biasa. Dua pabrik anggota saya yang terbesar di Bekasi tutup bang. Itu Granito, segera menyusul Milenium Keramik dan Mulia Keramik, karena gas industri," papar Andi Gani.

Ia menyebut pengusaha telah menyampaikan rencana pemutusan hubungan kerja karena operasional perusahaan semakin sulit dijalankan.

"Karena Granit itu pabrik paling besar di Bekasi, anggota KSPSI besar di sana, akhirnya pengusaha-pengusaha kemarin sore mengumpulkan dan memastikan akan mem-PHK seluruh pekerjanya," ungkapnya.

Andi Gani menjelaskan harga gas industri yang sebelumnya berada di kisaran 6 dolar AS per MMBtu kini melonjak hingga sekitar 23 dolar AS per MMBtu.

"Karena harga gas itu dari US$ 6, sekarang per hari ini sudah US$ 23 per MMBtu. Jadi ini sangat mengerikan. Sebentar lagi menyusul tekstil, pokoknya yang makai gas industri pasti akan berat," imbuhnya.

Ia berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah konkret agar gelombang PHK tidak meluas ke sektor industri lainnya. (*)

T
taufieqhidayatPemimpin Redaksi
Bagaimana menurut Anda? Klik bintang untuk memberi nilai
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update