Kamis, 25 Jun 2026 NewsDaerahEkonomiSosokTren
Breaking
Beranda › News
News

Prabowo Sebut Mahasiswa Dibayar Rp200 Ribu untuk Demo, Publik Kembali Kaitkan dengan Polemik Mahasiswa UBK

✍️ M Taufik Hidayatulloh 🕒 24 Jun 2026 👁️ 6x dibaca
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan pada puncak Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24/6/2026).
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan pada puncak Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24/6/2026). Foto: Tangkapan Layar/Setpres

Pernyataan Prabowo Subianto soal mahasiswa yang dibayar Rp200 ribu untuk mengikuti demonstrasi memicu sorotan publik.

UPDATEYUK - Pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai adanya mahasiswa yang dibayar untuk mengikuti demonstrasi menjadi sorotan publik. Ucapan tersebut disampaikan saat menghadiri puncak Pekan Nasional (Penas) XVII di Gorontalo dan langsung memicu beragam respons di media sosial.

Dalam pidatonya, Prabowo mengaku mengetahui adanya praktik pemberian uang kepada peserta aksi demonstrasi. Bahkan, ia menyebut ada mahasiswa yang menerima bayaran sebesar Rp200 ribu untuk ikut turun ke jalan.

"Saya tahu lho mereka yang bayar-bayar demo itu. Ada mahasiswa yang dibayar Rp 200.000," ujar Prabowo.

Pernyataan tersebut dengan cepat menjadi perbincangan publik. Sejumlah warganet bahkan mengaitkannya dengan polemik yang sebelumnya melibatkan mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) usai menghadiri kegiatan bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Meski demikian, hingga saat ini tidak ada pernyataan resmi yang menghubungkan ucapan Prabowo dengan kasus mahasiswa UBK. Namun karena sama-sama melibatkan mahasiswa dan isu pemberian uang, kedua peristiwa tersebut ramai dibandingkan oleh publik di berbagai platform media sosial.

Polemik Mahasiswa UBK Usai Bertemu Gibran

Kasus mahasiswa UBK sempat menjadi perhatian nasional setelah muncul pengakuan sejumlah mahasiswa yang menghadiri kegiatan bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Dalam kegiatan tersebut, beredar informasi mengenai adanya uang transportasi yang diterima peserta. Nilainya pun menjadi bahan perdebatan publik setelah sejumlah mahasiswa mengaku memperoleh uang usai mengikuti agenda tersebut.

Polemik semakin meluas ketika muncul dugaan bahwa sebagian peserta hadir bukan semata karena ketertarikan terhadap kegiatan, melainkan karena adanya kompensasi tertentu. Di sisi lain, sejumlah pihak menegaskan bahwa pemberian uang transportasi dalam kegiatan resmi bukanlah hal yang baru dan lazim dilakukan untuk membantu biaya kehadiran peserta.

Baca Juga: Istana Mulai Telusuri Dugaan Mahasiswa Terima Uang Usai Bertemu Gibran

Perdebatan tersebut kemudian berkembang menjadi diskusi yang lebih luas mengenai batas antara uang transportasi, uang saku kegiatan, hingga dugaan mobilisasi massa dalam kegiatan politik maupun sosial.

Ketika Prabowo menyampaikan pernyataan mengenai mahasiswa yang dibayar untuk mengikuti demonstrasi, sebagian publik langsung menghubungkannya dengan perdebatan yang masih hangat terkait mahasiswa UBK.

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan Bangsa

Dalam pidato yang sama, Prabowo tidak hanya menyinggung soal dugaan pendemo bayaran. Presiden juga menekankan pentingnya menjaga persatuan nasional di tengah berbagai perbedaan pandangan politik dan sosial yang berkembang di masyarakat.

Menurutnya, seluruh elemen bangsa seharusnya bersatu mendukung pembangunan nasional yang sedang dijalankan pemerintah.

"Harusnya bangsa ini kompak. Kalau ada yang kurang ya tetap didukung dahulu, nanti begitu selesai pertandingan baru dikoreksi. Kayaknya kita tidak bangga dengan apa yang dihasilkan bangsa sendiri," kata Prabowo.

Presiden menilai semangat kebersamaan menjadi modal penting bagi Indonesia untuk menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari ekonomi, pangan, hingga pembangunan sumber daya manusia.

▶ Embed YouTube / Shorts: https://youtu.be/6oNtO5_kQxY?si=zrrdv5t_rjGs5Cxf

Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk mengedepankan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan kelompok maupun perbedaan pilihan politik.

Isu Pendemo Bayaran Kembali Jadi Perdebatan

Pernyataan Prabowo juga membuat isu mengenai pendemo bayaran kembali menjadi topik hangat. Selama ini, tudingan adanya mobilisasi massa berbayar kerap muncul dalam berbagai aksi demonstrasi yang berlangsung di Indonesia.

Namun hingga kini, isu tersebut sering kali sulit dibuktikan secara menyeluruh karena melibatkan berbagai pihak dan kepentingan yang berbeda.

Pengamat politik menilai tudingan mengenai demonstran bayaran maupun peserta kegiatan yang menerima kompensasi tertentu perlu dibedakan secara jelas. Pasalnya, terdapat perbedaan antara biaya transportasi yang diberikan dalam suatu kegiatan dengan pembayaran yang bertujuan menggerakkan massa untuk kepentingan tertentu.

Di tengah ramainya perbincangan tersebut, publik kini menunggu penjelasan lebih lanjut terkait pernyataan Prabowo mengenai mahasiswa yang disebut menerima bayaran untuk mengikuti demonstrasi.

Baca Juga: Dugaan Aliran Dana ke Mahasiswa UBK Mengemuka, Nama Kapolda Ikut Disebut

Sementara itu, polemik mahasiswa UBK dan kegiatan bersama Gibran Rakabuming Raka masih menjadi salah satu isu yang terus diperbincangkan masyarakat, terutama di media sosial.

Meski belum ada keterkaitan langsung antara kedua peristiwa tersebut, kemunculan isu yang sama-sama menyangkut mahasiswa dan pemberian uang membuat perdebatan publik kembali menghangat dalam beberapa hari terakhir.

MH
Bagaimana menurut Anda? Klik bintang untuk memberi nilai
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update