
Tangkapan layar video yang memperlihatkan forum klarifikasi mahasiswa UBK terkait polemik dugaan aliran dana. (Foto: Instagram/@sociocorner.id)
UPDATEYUK - Dugaan adanya aliran dana kepada sejumlah mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) usai mengikuti aksi demonstrasi di Jakarta Pusat menjadi sorotan publik. Isu tersebut mencuat setelah beredarnya video di media sosial yang menampilkan pengakuan sejumlah mahasiswa terkait penerimaan uang setelah aksi berlangsung.
Polemik ini berkembang di tengah perhatian publik terhadap pertemuan antara perwakilan mahasiswa dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang berlangsung di Istana Wakil Presiden pada pertengahan Juni 2026.
Perbincangan mengenai dugaan pemberian uang kepada mahasiswa semakin ramai setelah akun Instagram @sociocorner mengunggah video yang kemudian tersebar luas di berbagai platform media sosial.
Dalam video tersebut, sejumlah mahasiswa UBK disebut menerima uang yang nilainya mencapai Rp20 juta. Rekaman percakapan yang beredar juga memunculkan penyebutan istilah "Kapolda" saat membahas asal-usul dana tersebut.
Video itu langsung memicu beragam reaksi publik karena dikaitkan dengan aksi demonstrasi yang sebelumnya digelar mahasiswa di kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, pada Senin (15/6/2026).
Sebelumnya, sebagian mahasiswa yang mengikuti aksi diketahui sempat menghadiri pertemuan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wakil Presiden.
"Aksi tersebut juga diikuti perwakilan mahasiswa yang sempat diterima Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wakil Presiden selama lebih dari satu jam," demikian keterangan yang dikutip pada Selasa (23/6/2026).
Meski demikian, hingga kini belum ada bukti yang menunjukkan keterkaitan antara pertemuan tersebut dengan dugaan aliran dana yang sedang menjadi perbincangan.
Menyusul berkembangnya isu tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Himpunan Mahasiswa (HIMA) Universitas Bung Karno menggelar forum klarifikasi terbuka di depan Patung Bung Karno, Kampus Kimia UBK, Jakarta Pusat, pada Senin (22/6/2026).
Forum tersebut digelar sebagai upaya menjawab berbagai pertanyaan yang muncul di kalangan mahasiswa maupun masyarakat terkait dugaan pemberian uang kepada peserta aksi.
"Forum digelar untuk menanggapi isu yang berkembang terkait dugaan pemberian uang dalam aksi tersebut," ujar salah satu perwakilan mahasiswa.
Baca Juga DLH Situbondo Tegaskan Air Limbah Industri Wajib Penuhi Baku Mutu Sebelum Dibuang ke Laut
Kegiatan itu dihadiri sejumlah pengurus organisasi mahasiswa, termasuk pihak-pihak yang namanya disebut dalam video yang beredar di media sosial.
Dalam forum tersebut, Muhammad Abdi yang menjabat sebagai Ketua BEM Fakultas Hukum UBK memberikan penjelasan terkait polemik yang berkembang. Beberapa mahasiswa lain yang disebut menerima dana juga turut hadir untuk menyampaikan klarifikasi.
Dalam forum klarifikasi tersebut, Abdi mengakui adanya aliran dana sebesar Rp20 juta. Menurutnya, dana itu berasal dari seorang oknum yang disebut berinisial "An".
Pernyataan tersebut kemudian memunculkan perhatian lebih luas karena berkaitan dengan sumber dana yang hingga kini belum terverifikasi secara resmi.
Di forum yang sama, Wakil Ketua BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis UBK juga mengaku menerima uang yang diberikan melalui Abdi.
"Saya menerima dari Ketua Abdi selaku Ketua BEM FH. Dan pada saat itu Ketua BEM FH menerima langsung, entah dari senior ataupun dari Kapolda, sebesar Rp20 juta," ujarnya.
Baca Juga Konflik Lahan Eks HGU di Tasikmalaya Memanas, Video TNI dan Petani Viral
Pernyataan itu kemudian menjadi salah satu bagian yang paling banyak diperbincangkan publik, terutama karena adanya penyebutan istilah "Kapolda" dalam forum klarifikasi tersebut.
Namun demikian, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai pihak yang dimaksud dalam pernyataan tersebut. Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa istilah tersebut merujuk kepada pejabat tertentu.
Selain dugaan penerimaan dana Rp20 juta, sebelumnya juga muncul pengakuan lain yang beredar di media sosial terkait dugaan pemberian dana dalam jumlah lebih besar kepada mahasiswa.
Isu tersebut memicu tuntutan dari sejumlah mahasiswa UBK agar pihak-pihak yang disebut dalam polemik tersebut memberikan klarifikasi secara terbuka kepada publik.
Sampai berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari Istana Wakil Presiden maupun Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terkait isu yang berkembang.
Baca Juga Lansia Terjatuh ke Sumur Saat Pemadaman Listrik di Ciamis, Berhasil Dievakuasi Selamat
Di sisi lain, belum terdapat bukti yang menunjukkan keterlibatan pihak Istana dalam dugaan pemberian dana kepada mahasiswa yang menghadiri pertemuan tersebut.
Pihak kampus maupun aparat penegak hukum juga belum menyampaikan penjelasan resmi mengenai hasil penelusuran atau perkembangan lebih lanjut terkait dugaan aliran dana yang kini menjadi perhatian publik.