Dari Dekan Kehutanan UGM ke Badan Gambut dan Mangrove Nasional, Ini Rekam Jejak Satyawan
UpdateYuk.id - Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) mulai bekerja setelah Presiden Prabowo Subianto melantik Satyawan Pudyatmoko sebagai kepala badan pada Kamis (15/10/2026). Ia akan didampingi Sriyanto Muntasram, purnawirawan TNI berpangkat Mayjen yang dilantik pada hari yang sama. Satyawan adalah akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM) yang sebelumnya sudah berkarier di pemerintahan.
BPGMN dibentuk Presiden Prabowo pada akhir September 2026 untuk memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta pengelolaan ekosistem gambut dan mangrove. Secara kelembagaan, badan ini berada langsung di bawah Presiden.
Lahir di Boyolali, Lulusan Kehutanan UGM
Satyawan lahir di Boyolali, Jawa Tengah, pada 9 Agustus 1971. Mengutip situs UGM Press, Jumat (16/10/2026), nama lengkapnya tertulis Dr. Satyawan Pudyatmoko, S.Hut., M.Sc. Ia menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Kehutanan UGM dan lulus pada 1995, lalu langsung dipercaya mengajar sebagai dosen.
Ia kemudian melanjutkan studi ke Jerman di George August University Goettingen. Gelar master di bidang kehutanan tropika diraihnya pada 2001 dengan tesis tentang ekologi burung raja udang di Taman Nasional Baluran. Di universitas yang sama, ia menempuh program doktor dengan disertasi tentang ekologi banteng di Taman Nasional Baluran dan menuntaskannya pada 2005.
Dari Dekan Fakultas Kehutanan hingga Dirjen KSDAE
Selain mengajar, Satyawan pernah menduduki sejumlah jabatan struktural di UGM, mulai dari Kepala Laboratorium Satwa Liar, Ketua Jurusan Konservasi Sumber Daya Hutan, Wakil Dekan Bidang Penelitian, Kerja Sama, Alumni, dan Kemahasiswaan, hingga Dekan Fakultas Kehutanan. Ia juga pernah menjabat Ketua Pokja Gambut UGM.
Pada 2020, Satyawan dikukuhkan sebagai Guru Besar UGM dalam bidang ilmu pengelolaan satwa liar. Karier di pemerintahan dimulainya pada 2023 saat ditunjuk menjadi Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Dirjen KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Ia juga mengemban amanah sebagai Ketua Umum Asosiasi Ahli Perubahan Iklim dan Kehutanan (APIK-Indonesia) periode 2024-2026.
