Kemhan Beri Santunan Rp50 Juta ke Keluarga 5 Peserta SPPI yang Meninggal Saat Latsarmil
Kemhan memberikan santunan Rp50 juta kepada keluarga 5 peserta SPPI yang meninggal saat Latsarmil. Simak penjelasan resmi dan evaluasi program Koperasi Merah Putih.
UPDATEYUK.ID - Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI memastikan telah memberikan santunan kepada keluarga lima peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang meninggal dunia saat mengikuti latihan bela negara dan latihan dasar militer (Latsarmil) dalam program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Setiap keluarga korban menerima santunan sebagai bentuk tanggung jawab negara atas peristiwa yang terjadi selama pelaksanaan program tersebut.
Baca Juga: Korban SPPI Bertambah Jadi 5 Orang Saat Latihan Militer, Ini Penjelasan Kemhan
Kemhan Beri Santunan Rp50 Juta untuk Masing-Masing Keluarga Korban
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertahanan (BPSDM) Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, menyampaikan bahwa bantuan diberikan kepada seluruh keluarga korban tanpa terkecuali.
“Kita memberikan santunan setiap orang itu Rp50 juta. Selain itu kami juga tetap berkomunikasi dengan keluarga yang ditinggalkan untuk koordinasi lebih lanjut,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (27/6/2026).
Selain santunan, Kemhan juga memastikan pendampingan diberikan sejak proses penanganan di lokasi kejadian hingga pemulangan dan pemakaman jenazah.
Baca Juga: Kemhan Ungkap Kronologi Lengkap Meninggalnya 5 Peserta SPPI Saat Latihan Militer di Berbagai Daerah
Kemhan Bakal Lakukan Pendampingan Keluarga hingga Proses Pemakaman
Kemhan menjelaskan bahwa tanggung jawab pemerintah tidak hanya terbatas pada santunan, tetapi juga mencakup seluruh proses penanganan sejak insiden terjadi.
Bantuan yang diberikan meliputi penanganan medis di lokasi latihan, proses pemulangan jenazah, hingga pendampingan pemakaman bagi keluarga korban.
“Kami membantu mulai dari proses kejadian di tempat sampai dengan pemakaman sebagai bentuk tanggung jawab negara,” jelas Ketut.
Langkah ini disebut sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap keluarga yang ditinggalkan oleh para peserta program SPPI.
Baca Juga: Ibu Muda di Tuban Disekap dan Diancam Pisau, Pelaku Gasak Uang dan Ponsel
Kemhan Lakukan Evaluasi Menyeluruh Program Latsarmil
Terkait insiden tersebut, Kemhan menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program, khususnya pada aspek kesehatan dan keselamatan peserta.
Evaluasi mencakup profil kesehatan peserta, pengawasan medis di lapangan, hingga penyesuaian intensitas kegiatan pelatihan agar lebih aman ke depannya.
Karo Infohan Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menegaskan bahwa perbaikan sistem akan menjadi prioritas.
“Kami berkomitmen melaksanakan evaluasi terhadap setiap insiden yang terjadi agar kegiatan ini dapat berjalan lebih baik di masa depan,” tegasnya. (*)
