Debat Panas Mahasiswa dan Rektorat UNY Soal SPPG Viral, Pejabat Kampus Tumpahkan Amarah
SPPG UNY jadi sorotan setelah video Wakil Rektor Siswanto marah ke mahasiswa viral. Simak kronologi aksi penolakan SPPG dan klarifikasi pihak UNY.
UPDATEYUK.ID - Isu SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menjadi sorotan publik setelah sebuah video memperlihatkan seorang Wakil Rektor UNY, Siswanto, terlibat adu argumen dengan mahasiswa saat aksi penolakan program tersebut viral di media sosial.
Dalam video yang beredar, spanduk kritik mahasiswa yang menyinggung rencana pengelolaan SPPG di lingkungan kampus disebut memicu reaksi keras dari pihak rektorat.
Baca Juga: Viral Kisah Bu Ijah, Guru Honorer 40 Tahun Mengabdi dengan Gaji Terakhir Rp414 Ribu
Spanduk Penolakan SPPG UNY Picu Ketegangan di Area Rektorat
Aksi mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Garda Biru UNY diketahui membawa spanduk berisi kritik terhadap kebijakan kampus, termasuk penolakan terhadap rencana SPPG yang dikaitkan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Spanduk tersebut bertuliskan kritik seperti penolakan terhadap SPPG di lingkungan kampus serta narasi yang menyoroti arah kebijakan pendidikan di UNY.
Menurut pihak mahasiswa, spanduk tersebut awalnya hanya akan dipasang sementara untuk dokumentasi sebelum aksi lanjutan dilakukan di area luar kampus.
Baca Juga: Korban SPPI Bertambah Jadi 5 Orang Saat Latihan Militer, Ini Penjelasan Kemhan
Video Viral WR UNY Siswanto Tanggapi Spanduk Kritik SPPG
Video yang diunggah akun Instagram @gardabiru.uny memperlihatkan situasi tegang antara mahasiswa dan pihak kampus. Dalam rekaman tersebut, Wakil Rektor Bidang SDM dan Hukum UNY, Siswanto, terlihat menegur spanduk yang dipasang mahasiswa.
Ia menyebut spanduk tersebut mengganggu kebersihan dan ketertiban di area rektorat.
“Itu sampah, kotor itu mas… kotor itu mengotori pandangan, tidak pantas,” ucapnya dalam video yang viral tersebut.
Unggahan itu kemudian memicu perdebatan di media sosial, terutama terkait kebebasan berekspresi mahasiswa dalam menyuarakan penolakan terhadap SPPG.
Mahasiswa: Aksi Penolakan SPPG Sempat Diadang di Rektorat
Perwakilan Aliansi Mahasiswa UNY, Andri, menjelaskan bahwa aksi tersebut berlangsung pada Rabu (24/6) saat momentum wisuda kampus.
Menurutnya, mahasiswa sengaja memilih waktu tersebut agar aspirasi terkait penolakan SPPG lebih banyak tersampaikan kepada publik yang hadir.
Ia menyebut spanduk berukuran sekitar 2x2 meter itu berisi kritik terhadap kebijakan kampus, termasuk narasi penolakan SPPG yang dinilai belum transparan.
Namun, sebelum mencapai area rektorat, mahasiswa mengaku diadang oleh petugas keamanan dan pihak kampus, sehingga terjadi aksi dorong dan ketegangan di lokasi.
Baca Juga: Bahlil Targetkan CNG 3 Kg Jadi Pengganti LPG Subsidi Mulai Diproduksi Juli 2026
Klarifikasi UNY Soal SPPG dan Aksi Mahasiswa
Wakil Rektor UNY, Siswanto, menjelaskan bahwa tindakan penolakan terhadap aksi mahasiswa dilakukan karena kegiatan tersebut tidak memiliki izin resmi.
Ia juga menegaskan bahwa spanduk yang dibawa mahasiswa memuat tulisan yang dianggap tidak pantas serta tidak sesuai dengan fakta kebijakan kampus.
Menurutnya, hingga saat ini UNY belum memiliki atau menjalankan program SPPG sebagaimana yang dituduhkan dalam spanduk tersebut. (*)
