Minggu, 02 Agt 2026 NewsDaerahEkonomiSosokTren
Breaking
Beranda › News
News

Bahlil Targetkan CNG 3 Kg Jadi Pengganti LPG Subsidi Mulai Diproduksi Juli 2026

✍️ M Taufik Hidayatulloh 🕒 28 Jun 2026 👁️ 19x dibaca
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia Foto: Dok. fraksigolkar

Bahlil Lahadalia targetkan CNG 3 kg mulai diproduksi Juli 2026 sebagai pengganti LPG subsidi. Program ini diuji untuk rumah tangga dengan fokus keamanan dan efisiensi energi.

UPDATEYUK.ID - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menargetkan produksi gas alam terkompresi atau Compressed Natural Gas (CNG) ukuran 3 kilogram dapat mulai berjalan pada Juli 2026. Program ini disiapkan sebagai alternatif pengganti LPG bersubsidi yang selama ini banyak digunakan masyarakat.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG, sekaligus memaksimalkan pemanfaatan cadangan gas alam dalam negeri yang dinilai masih besar namun belum optimal.

Baca Juga: Mini LNG Plant Tuban Hadir, Pemerintah Dorong Pengurangan Ketergantungan Impor Energi

CNG 3 Kg Disiapkan Jadi Alternatif LPG Subsidi

Bahlil menjelaskan bahwa pengembangan CNG tabung 3 kg difokuskan untuk kebutuhan rumah tangga, agar bisa menggantikan LPG subsidi secara bertahap.

Saat ini, CNG umumnya digunakan untuk kebutuhan industri dalam bentuk tabung berukuran lebih besar, seperti 12 kg hingga 50 kg. Namun, pemerintah kini mengembangkan versi kecil yang dapat digunakan langsung oleh masyarakat.

“Untuk masyarakat penerima subsidi tetap menggunakan tabung 3 kg. Saat ini kami sedang uji coba tahap ketiga. Mudah-mudahan pada Juli sudah bisa diproduksi,” ujar Bahlil dalam Energy Forum di Jakarta.

Baca Juga: Bahlil: Krisis Energi Global Belum Berakhir Meski AS dan Iran Sepakati Perdamaian

Uji Coba Fokus pada Keamanan dan Adaptasi Kompor

Pemerintah saat ini masih menjalankan uji coba tahap ketiga penggunaan CNG 3 kg untuk rumah tangga. Tahapan ini difokuskan pada aspek keselamatan, mengingat tekanan CNG jauh lebih tinggi dibandingkan LPG.

Tekanan CNG diketahui mencapai 200–250 bar, sehingga diperlukan desain tabung dan sistem pengamanan khusus agar aman digunakan masyarakat.

Salah satu inovasi yang disiapkan adalah penggunaan katup pengaman (valve system) untuk mengatur aliran gas dan mengurangi risiko kebocoran maupun ledakan.

Selain itu, pemerintah memastikan kompor yang selama ini digunakan untuk LPG 3 kg tidak perlu diganti, karena sistem CNG dirancang agar kompatibel dengan peralatan rumah tangga yang sudah ada.

Baca Juga: Bahlil Gandeng Jaksa Agung hingga BIN Usut Krisis Pasokan Batu Bara PLN, Soroti Masalah Batu Bara Kalori Tinggi

Dorongan Kurangi Impor LPG dan Optimalkan Gas Domestik

Pengembangan CNG 3 kg ini dinilai menjadi langkah strategis untuk menekan impor LPG yang selama ini membebani neraca perdagangan energi Indonesia.

Menurut Bahlil, Indonesia memiliki cadangan gas alam yang cukup besar, namun pemanfaatannya masih terbatas akibat keterbatasan infrastruktur dan teknologi distribusi.

Dengan hadirnya CNG 3 kg, pemerintah berharap pemanfaatan gas domestik dapat meningkat sekaligus memberikan alternatif energi yang lebih efisien bagi masyarakat. (*)

MH
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update