Profil Ginka Febriyanti, Mantan Tim Sukses Prabowo yang Kini Jadi Komisaris Pertamina Retail
Profil Ginka Febriyanti Ginting menjadi sorotan setelah ditunjuk sebagai Komisaris PT Pertamina Retail. Mantan tim sukses Prabowo-Gibran ini juga pernah dikaitkan dengan dugaan mobilisasi massa berbayar.
UPDATEYUK.ID – Nama Ginka Febriyanti Ginting tengah menjadi sorotan publik setelah resmi ditunjuk sebagai Komisaris PT Pertamina Retail. Penunjukan tersebut menarik perhatian karena Ginka dikenal sebagai mantan koordinator relawan pendukung pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka pada Pemilihan Presiden 2024.
Di media sosial, pengangkatan Ginka memicu beragam tanggapan. Selain faktor usia yang masih relatif muda, rekam jejaknya di dunia politik dan sejumlah kontroversi yang pernah mencuat kembali menjadi bahan perbincangan publik.
Dari Tim Sukses Prabowo-Gibran ke Kursi Komisaris
Ginka Febriyanti Ginting merupakan mantan Koordinator Nasional Barisan Intelektual Strategi Objektif Nasional (BISON) Indonesia. Organisasi tersebut dikenal sebagai salah satu kelompok relawan yang aktif mendukung kemenangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024.
Melalui BISON, Ginka terlibat dalam berbagai kegiatan konsolidasi dan sosialisasi politik, terutama untuk menjangkau pemilih muda di sejumlah daerah. Perannya sebagai pemimpin relawan membuat namanya cukup dikenal di kalangan pendukung Prabowo-Gibran.
Perempuan kelahiran Kabanjahe, Sumatera Utara, 1 Februari 1998 itu juga memiliki latar belakang pendidikan di bidang ekonomi dan manajemen. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Akuntansi dan Magister Manajemen di Universitas Esa Unggul.
Baca Juga: Profil Sitti Husniah Talenrang, Bupati Gowa yang Jadi Sorotan dalam Polemik Hak Angket DPRD
Pernah Dikaitkan dengan Dugaan Massa Bayaran
Sebelum ditunjuk menjadi komisaris, nama Ginka sempat menjadi perhatian publik dalam laporan yang mengungkap dugaan mobilisasi massa berbayar pada aksi demonstrasi yang berlangsung pada Agustus 2025.
Dalam laporan yang beredar saat itu, organisasi BISON disebut-sebut terkait dengan pengerahan peserta aksi menggunakan dana operasional tertentu. Temuan tersebut turut disampaikan oleh sejumlah elemen masyarakat sipil dalam forum pencarian fakta yang digelar pasca demonstrasi.
Meski demikian, isu tersebut masih menjadi bagian dari perdebatan publik dan kembali mencuat setelah pengumuman pengangkatannya sebagai Komisaris PT Pertamina Retail.
Penunjukan Ginka Tuai Pro dan Kontra

Pengangkatan Ginka sebagai Komisaris PT Pertamina Retail pada akhir Juni 2026 memunculkan pro dan kontra di tengah masyarakat.
Sebagian pihak menilai kehadiran figur muda di lingkungan BUMN dapat menjadi representasi regenerasi kepemimpinan dan membuka ruang bagi generasi baru untuk terlibat dalam pengelolaan perusahaan negara.
Namun di sisi lain, tidak sedikit yang mempertanyakan pengalaman profesional Ginka, terutama karena rekam jejaknya lebih banyak dikenal di bidang organisasi dan relawan politik dibandingkan sektor energi maupun korporasi.
Hingga kini, belum ada penjelasan rinci dari pihak PT Pertamina Retail maupun Kementerian BUMN terkait pertimbangan khusus yang mendasari penunjukan Ginka Febriyanti Ginting sebagai komisaris.
Perdebatan yang muncul kemudian berkembang menjadi diskusi lebih luas mengenai transparansi proses pengangkatan pejabat di lingkungan BUMN, penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, serta keseimbangan antara kompetensi, pengalaman, dan keterwakilan generasi muda dalam posisi strategis perusahaan negara. (*)
