Viral Kisah Bu Ijah, Guru Honorer 40 Tahun Mengabdi dengan Gaji Terakhir Rp414 Ribu
Viral kisah Bu Ijah, guru honorer yang mengabdi hampir 40 tahun dengan gaji terakhir Rp414 ribu. Kisah ini soroti rendahnya kesejahteraan guru honorer di Indonesia.
Kisah seorang guru honorer bernama Bu Ijah mendadak viral di media sosial setelah diketahui telah mengabdi selama hampir 40 tahun di dunia pendidikan dengan penghasilan yang sangat kecil, yakni hanya sekitar Rp414 ribu sebagai gaji terakhirnya.
Cerita ini memicu perhatian publik karena menggambarkan kondisi kesejahteraan sebagian tenaga pendidik honorer di Indonesia yang masih jauh dari layak.
Baca Juga: Lansia Terjatuh ke Sumur Saat Pemadaman Listrik di Ciamis, Berhasil Dievakuasi Selamat
Mengabdi Puluhan Tahun di Dunia Pendidikan
Bu Ijah dikenal sebagai salah satu guru honorer yang telah lama mengabdikan dirinya di dunia pendidikan, khususnya di wilayah Tangerang, Banten.
Selama hampir empat dekade, ia tetap menjalankan tugas sebagai pendidik meskipun dengan keterbatasan penghasilan. Dedikasinya tersebut kemudian menjadi sorotan setelah sebuah video perpisahan dirinya tersebar di media sosial.
Dalam video tersebut, ia memperlihatkan momen akhir masa pengabdiannya sekaligus nominal gaji terakhir yang diterimanya.
Baca Juga: Dugaan Aliran Dana ke Mahasiswa UBK Mengemuka, Nama Kapolda Ikut Disebut
Gaji Rp414 Ribu Jadi Sorotan Publik
UPDATEYUK.ID - Nominal gaji terakhir sebesar Rp414 ribu sontak memicu reaksi luas dari masyarakat. Banyak warganet menilai angka tersebut tidak sebanding dengan lama pengabdian yang telah dijalani selama puluhan tahun.
Kisah Bu Ijah kemudian menjadi viral dan ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial. Banyak pihak memberikan apresiasi atas dedikasinya, sekaligus menyoroti kondisi kesejahteraan guru honorer yang masih rendah di sejumlah daerah.
Fenomena ini juga kembali membuka diskusi publik terkait sistem penggajian tenaga honorer di sektor pendidikan.
Baca Juga: Korban SPPI Meningkat Jadi 4 Orang Saat Latihan Militer, Ini Penjelasan Kemhan
Sorotan Kesejahteraan Guru Honorer di Indonesia
Kisah Bu Ijah bukan kasus tunggal. Banyak tenaga pendidik honorer di Indonesia disebut masih menerima penghasilan di bawah standar layak, bahkan di bawah Rp1 juta per bulan.
Sejumlah pengamat pendidikan menilai bahwa kondisi ini menjadi tantangan serius dalam sistem pendidikan nasional, terutama dalam upaya meningkatkan kualitas dan kesejahteraan guru.
Perbincangan publik yang muncul dari kasus ini diharapkan dapat menjadi perhatian pemerintah untuk memperbaiki sistem honorarium dan perlindungan tenaga pendidik. (*)
