Ibu Muda di Tuban Disekap dan Diancam Pisau, Pelaku Gasak Uang dan Ponsel
Ibu muda di Tuban menjadi korban perampokan saat sendirian di rumah. Korban diikat, dipukul, dan diancam pisau sebelum pelaku membawa kabur uang Rp4,6 juta serta ponsel.
UPDATEYUK.ID - Seorang ibu rumah tangga berinisial S (24), warga Desa Ngrayung, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, menjadi korban perampokan saat berada seorang diri di rumahnya pada Sabtu (27/6/2026) pagi.
Tidak hanya kehilangan harta benda, korban juga mengalami kekerasan fisik setelah diikat, dipukul, dan diancam menggunakan senjata tajam oleh pelaku yang masuk ke rumahnya.
Baca Juga: Eks Pegawai Outsourcing Bank di Bekasi Ditangkap, Tipu Nasabah Hingga Rp1 Miliar Lebih
Pelaku Masuk Lewat Belakang Rumah
Berdasarkan keterangan kepolisian, peristiwa bermula ketika korban sedang berada sendirian di rumah. Suaminya diketahui telah berangkat bekerja sehingga rumah dalam kondisi sepi.
Sekitar pukul 08.00 WIB, seorang pria tak dikenal diduga masuk melalui bagian belakang rumah. Tanpa banyak bicara, pelaku langsung menyerang korban dan melancarkan aksi perampokan.
Kapolsek Plumpang Iptu Danny Rhakasiwi mengatakan korban tidak sempat melakukan perlawanan karena langsung dilumpuhkan oleh pelaku.
"Korban saat itu berada di rumah sendirian," ujarnya.
Baca Juga: Truk Tangki Pertamina Disita Polisi di SPBU Banyuwangi, Distribusi Biosolar Sementara Terhenti
Korban Diikat, Dipukul dan Diancam Pisau
Setelah berhasil menguasai situasi, pelaku mengikat kedua tangan korban menggunakan tali. Tidak berhenti di situ, korban juga mengalami pemukulan yang menyebabkan memar di bagian wajah.
Pelaku kemudian mengancam korban menggunakan sebilah pisau agar tidak berteriak maupun mencoba melawan.
"Korban diikat dan diancam menggunakan pisau," imbuh Danny.
Dalam kondisi ketakutan, korban akhirnya menuruti seluruh permintaan pelaku yang kemudian menggeledah rumah untuk mencari barang berharga.
Uang Rp4,6 Juta dan Ponsel Dibawa Kabur
Usai melumpuhkan korban, pelaku membawa kabur satu unit telepon genggam dan uang tunai sebesar Rp4,6 juta yang berada di dalam rumah.
"Pelaku mengambil HP dan uang tunai Rp 4.600.000," bebernya.
Setelah mendapatkan barang yang diinginkan, pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.
Polisi yang menerima laporan langsung melakukan penyelidikan. Namun hingga kini identitas pelaku masih belum diketahui karena korban mengaku tidak dapat mengingat secara jelas ciri-ciri wajah pelaku.
Aparat kepolisian masih meminta keterangan korban dan mengumpulkan sejumlah informasi guna mengungkap identitas serta menangkap pelaku yang diduga beraksi seorang diri tersebut. (*)
