Truk Tangki Pertamina Disita Polisi di SPBU Banyuwangi, Distribusi Biosolar Sementara Terhenti
Polisi menyegel truk tangki Pertamina di SPBU Genteng Wetan, Banyuwangi, terkait dugaan penyimpangan distribusi BBM. Penjualan biosolar sementara dihentikan.
UPDATEYUK - Sebuah truk tangki pengangkut bahan bakar minyak (BBM) milik Pertamina menjadi perhatian warga setelah disegel aparat penegak hukum (APH) di area SPBU 54.684.15 Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi.
Penyegelan dilakukan sebagai bagian dari penyelidikan dugaan penyimpangan distribusi BBM yang saat ini masih didalami kepolisian. Selain mengamankan truk tangki, polisi juga memasang garis polisi pada nozzle pengisian biosolar di SPBU tersebut.
Akibat proses penyelidikan itu, pelayanan penjualan biosolar di SPBU Genteng Wetan untuk sementara dihentikan sehingga berdampak pada masyarakat yang bergantung pada BBM subsidi.
Baca Juga: DLH Situbondo Tegaskan Air Limbah Industri Wajib Penuhi Baku Mutu Sebelum Dibuang ke Laut
Truk Tangki Diamankan Setelah Selesai Bongkar Muatan
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kendaraan yang diamankan merupakan armada milik perusahaan transportir PT Puspita Cipta dengan kapasitas tangki sekitar 24.000 liter.
Sebelum diamankan, truk tersebut telah menyelesaikan proses penyaluran solar subsidi di SPBU Genteng Wetan. Armada itu selanjutnya dijadwalkan mengirimkan BBM jenis Pertalite ke SPBU lain di wilayah Genteng.
Namun, sebelum meninggalkan lokasi, aparat menghentikan kendaraan tersebut untuk kepentingan penyelidikan.
Perwakilan SPBU Genteng Wetan, Sudarmoko, menegaskan pihaknya tidak mengetahui persoalan yang sedang ditangani aparat karena proses distribusi di SPBU telah selesai dilakukan.
“Jadi tangki ini sudah selesai dropping solar di SPBU kami,” kata Sudarmoko dalam keterangannya, dikutip Kamis (25/6/2026).
Ia menjelaskan armada tersebut hanya singgah untuk membongkar muatan sebelum melanjutkan perjalanan menuju lokasi distribusi berikutnya.
“Dan akan melanjutkan dropping Pertalite ke SPBU Genteng Kulon, tapi ditangkap saat hampir keluar SPBU kami,” ujarnya.
Penjualan Biosolar Ikut Terdampak
Sudarmoko mengatakan penghentian operasional nozzle biosolar merupakan konsekuensi dari proses penyelidikan yang masih berlangsung.
“Ini kan masih proses penyelidikan oleh polisi, jadi kami tidak bisa melayani penjualan solar,” katanya.
Baca Juga: Konflik Lahan Eks HGU di Tasikmalaya Memanas, Video TNI dan Petani Viral
Akibat penghentian sementara tersebut, sejumlah konsumen harus mencari biosolar ke SPBU lain karena layanan pengisian di lokasi belum kembali beroperasi.
Kondisi ini terutama dikeluhkan oleh masyarakat yang menggunakan solar subsidi untuk menunjang aktivitas usaha maupun operasional kendaraan setiap hari.
Polisi Masih Dalami Dugaan Penyimpangan Distribusi BBM
Hingga kini aparat penegak hukum masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap dugaan penyimpangan distribusi BBM yang berkaitan dengan armada pengangkut tersebut.
Polisi juga belum memberikan keterangan resmi mengenai hasil pemeriksaan maupun pihak yang akan dimintai pertanggungjawaban dalam perkara ini.
Sejumlah barang bukti masih diamankan di lokasi sebagai bagian dari proses penyidikan yang sedang berjalan.
