JPMorgan Kembangkan Alat Mitigasi Risiko Agen AI di Tengah Ancaman Siber Perbankan
Bank-bank besar dunia menghadapi dilema dalam mengadopsi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Di satu sisi, investasi AI terus mengalir deras dan dinilai memberi manfaat nyata. Di sisi lain, muncul ancaman risiko keamanan baru yang harus dikelola. Pandangan para bos bank itu dikutip dari Reuters, Jumat (16/10/2026).
CEO Goldman Sachs David Solomon mengaku bangga dengan posisi banknya dalam siklus investasi AI, tetapi mengingatkan adanya ketidakpastian. “Meski kami bangga dengan posisi istimewa yang dimiliki dalam siklus investasi AI, tidak ada yang tahu bagaimana permintaan modal dan daya komputasi akan berkembang seiring dengan makin matangnya ekosistem AI yang lebih luas,” kata CEO Goldman Sachs, David Solomon, dikutip dari Reuters, Jumat (16/10/2026).
“Hal ini akan makin jelas seiring perkembangan teknologi dan pasar. Ketidakpastian ini memperkuat pentingnya untuk tetap waspada terhadap jenis aktivitas yang didanai serta dalam mengelola risiko,” jelasnya menambahkan.
Investasi AI Sulit Dibendung
Miliaran dolar AS terus dikucurkan untuk membangun infrastruktur AI, mulai dari pusat data (data center) hingga operasional teknologinya. CEO Citigroup Jane Fraser menyatakan tidak yakin kenaikan suku bunga akan memperlambat investasi di infrastruktur AI. Kebutuhan utama saat ini adalah daya komputasi (computing power), yakni kapasitas pemrosesan untuk mengembangkan dan menjalankan model AI.
“Kami tidak melihat adanya perlambatan investasi dalam ekosistem AI yang lebih luas. Masalahnya saat ini hanyalah kapasitas daya komputasi yang belum mencukupi,” ucapnya.
Penggunaan AI diharapkan menekan biaya operasional sekaligus mengerek produktivitas. Menurut Fraser, bank sudah merasakan dampaknya, seperti pengembangan produk dengan biaya lebih murah dan peningkatan produktivitas yang lebih cepat hingga 40%.
Agen AI dan Serangan Siber Jadi Kekhawatiran
Sektor perbankan juga mencermati risiko di balik AI. Salah satu yang paling diwaspadai adalah munculnya agen AI (agentic AI) yang mampu bertindak secara otonom, ditambah ancaman serangan siber eksternal yang kian meningkat. Untuk menghadapinya, CEO JPMorgan Jamie Dimon mengungkapkan bahwa banknya tengah mengembangkan alat khusus untuk memitigasi risiko dari AI yang bersifat agen tersebut.
