Minggu, 18 Okt 2026 NewsDaerahEkonomiSosokTren
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

Kunjungi JIIPE Gresik, Menperin Soroti Peran Kawasan Industri dalam Penyerapan Tenaga Kerja

✍️ Ayu Lestari 🕒 16 Oct 2026 👁️ 6x dibaca
Menteri Perindustrian Republik Indonesia Muhammad Sarmuji dalam kunjungannya ke kawasan industri terintegrasi Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Jumat (16/10/2026).
Menteri Perindustrian Republik Indonesia Muhammad Sarmuji dalam kunjungannya ke kawasan industri terintegrasi Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Jumat (16/10/2026). Foto: Dok. JIIPE

UpdateYuk.id - Kawasan industri terintegrasi Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, dinilai berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah melalui penyerapan tenaga kerja lokal dan pengembangan aktivitas industri. Sekitar 70 persen tenaga kerja di kawasan tersebut berasal dari masyarakat lokal di Gresik dan wilayah Jawa Timur.

Hal itu disampaikan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Muhammad Sarmuji saat mengunjungi JIIPE pada Jumat (16/10/2026). Menurutnya, keberadaan kawasan industri perlu disertai sosialisasi kepada masyarakat agar manfaat ekonominya dapat dipahami secara luas.

“Ya, itu harus ada sosialisasi tentang kemanfaatan sebuah kawasan industri. Seperti Gresik ini kan mendapatkan manfaat yang cukup besar ya, adanya JIIPE, tenaga kerjanya keserap, lalu lintas perekonomian juga otomatis tumbuh. Ada daerah-daerah tertentu yang tumbuh, perekonomiannya juga pasti akan terdongkrak dengan adanya sebuah kawasan industri,” ujar Sarmuji.

Ia menambahkan bahwa penyerapan pekerja dari wilayah sekitar menjadi salah satu manfaat langsung dari pengembangan kawasan tersebut.

“Tenaga kerja yang terserap di industri yang ada di JIIPE ini 70 persennya adalah warga lokal di Gresik dan Jawa Timur,” imbuh dia Sarmuji.

Dalam kunjungan itu, Sarmuji menerima pemaparan mengenai perkembangan kawasan, pembangunan infrastruktur, dan ketersediaan utilitas. Ia juga meninjau sejumlah fasilitas industri yang bergerak di bidang hilirisasi logam, manufaktur pendukung energi terbarukan, serta industri kimia.

JIIPE Perkuat Industrialisasi di Jawa Timur

Sarmuji menilai pengembangan kawasan industri memiliki peran strategis dalam mempercepat proses industrialisasi di Jawa Timur. Dukungan lahan dan infrastruktur dari pemerintah daerah dinilai penting untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi masuknya investasi dan ekspansi kegiatan industri.

Ia juga menyoroti upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menjaga pertumbuhan ekonomi daerah. Kehadiran kawasan industri terintegrasi seperti JIIPE diharapkan mampu memperluas kegiatan ekonomi, membuka kesempatan kerja, serta mendorong pertumbuhan wilayah di sekitarnya.

Pengembangan kawasan tersebut tidak hanya bertumpu pada aktivitas manufaktur, tetapi juga menggabungkan fasilitas pelabuhan dan berbagai infrastruktur pendukung. Integrasi ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan operasional industri sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi barang.

JIIPE Memiliki Kawasan Industri 1.761 Hektare

Direktur Utama PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS), Bambang Soetiono, selaku pengelola JIIPE menjelaskan bahwa kawasan tersebut dibangun dengan mengintegrasikan area industri, pelabuhan laut dalam, dan kawasan residensial.

JIIPE memiliki area industri seluas 1.761 hektare, area pelabuhan 406 hektare, serta kawasan residensial seluas 800 hektare. Pengembangan dalam skala besar tersebut ditujukan untuk membentuk ekosistem industri yang terhubung dengan fasilitas logistik dan kebutuhan pendukung lainnya.

Menurut Bambang, sekitar 60 persen lahan di kawasan tersebut telah terjual.

“Sekitar 60 persen lahan sudah terjual,” ujar Bambang.

Sejumlah perusahaan yang telah menanamkan investasi di JIIPE antara lain PT Freeport Indonesia, Xinyi, Hailiang, Golden Elephant (GEABH), dan Aneka Tambang (Antam).

Bambang menyebut kelengkapan infrastruktur, utilitas, serta akses ke pelabuhan laut dalam menjadi nilai tambah bagi perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut. Fasilitas ini mendukung kebutuhan logistik sekaligus mempermudah kegiatan industri yang membutuhkan distribusi bahan baku dan produk.

“Kelebihan JIIPE adalah sarana infrastruktur dan utilitas yang lengkap serta memiliki laut dalam sehingga memudahkan industri. Kami juga membangun pembangkit listrik tenaga gas yang dipasok PGN dan berencana membangun PLTS,” jelas Bambang.

JIIPE Kembangkan Energi dan Hilirisasi Industri

Selain infrastruktur logistik, pengembangan pasokan energi juga menjadi bagian dari strategi JIIPE untuk mendukung operasional industri. Kawasan ini telah mengembangkan pembangkit listrik tenaga gas dengan pasokan dari PGN dan merencanakan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

Rencana pengembangan PLTS menjadi bagian dari upaya memperluas dukungan energi bagi kegiatan industri di kawasan tersebut. Ketersediaan energi, utilitas, dan konektivitas logistik merupakan faktor penting untuk menunjang operasional perusahaan sekaligus membuka peluang ekspansi investasi.

Pada sektor hilirisasi logam, ekosistem industri JIIPE mencakup pengolahan tembaga, pemurnian logam mulia, manufaktur produk turunan tembaga, serta pengembangan proyek logam mulia.

Kegiatan industri lainnya meliputi manufaktur kaca fotovoltaik yang mendukung rantai pasok industri tenaga surya dan investasi di sektor kimia. Keberagaman sektor tersebut memperluas basis industri di JIIPE sekaligus memperkuat peran kawasan sebagai pusat kegiatan manufaktur dan hilirisasi di Jawa Timur.

Dengan kombinasi penyerapan tenaga kerja lokal, integrasi pelabuhan, infrastruktur pendukung, dan pengembangan industri hilir, JIIPE diharapkan terus berkontribusi terhadap aktivitas ekonomi Gresik dan wilayah sekitarnya.

AL
Ayu LestariEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update