Minggu, 18 Okt 2026 NewsDaerahEkonomiSosokTren
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

Menaker Tegaskan BPVP Bukan Sekadar Kursus, tapi Pusat Layanan Ketenagakerjaan

✍️ Rian Haryanto 🕒 12 Oct 2026 👁️ 7x dibaca
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli Foto: Biro Humas Kemnaker

Updateyuk.id - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI menargetkan tingkat penyerapan lulusan pelatihan vokasi di dunia kerja dapat mencapai angka 70 persen. Target tinggi ini didorong melalui pembenahan sistem pelatihan nasional, penerapan pendekatan berbasis kebutuhan industri (demand driven), serta penguatan kerja sama strategis dengan berbagai pemangku kepentingan dunia usaha.

Langkah konkret yang disiapkan untuk mengukur efektivitas program ini adalah pelaksanaan pelacakan alumni (tracer study). Pendataan tersebut dirancang untuk berlangsung paling lambat dua bulan setelah pelatihan berakhir guna mengevaluasi rekam jejak alumni di pasar kerja. Selain itu, Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) diarahkan untuk memperluas layanan inklusif dengan menyediakan pelatihan bagi penyandang disabilitas, mendirikan Labor Productivity Clinics, serta membangun Talent & Innovation Hub.

Kebijakan strategis ini disampaikan oleh Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI, Yassierli, dalam arahannya saat melakukan kunjungan kerja ke BPVP Bandung Barat, Jawa Barat, pada Jumat (9/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan pentingnya peran balai pelatihan dalam menjawab kebutuhan pasar kerja secara nyata.

"Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) harus berkembang menjadi pusat pengembangan kompetensi tenaga kerja yang mampu menjawab kebutuhan pasar," ujar Menaker Yassierli.

Ia juga menekankan bahwa pengelolaan balai pelatihan tidak boleh hanya sekadar berfokus pada penyelenggaraan kursus semata, melainkan harus memperhatikan kualitas pembelajaran secara menyeluruh.

"Karena itu, pengelolaan balai pelatihan tidak cukup hanya berfokus pada penyelenggaraan kursus. Tetapi juga harus memperhatikan kualitas pembelajaran dan keberhasilan alumni memasuki dunia kerja," tambahnya.

Lebih lanjut, Yassierli menjelaskan bahwa pendekatan demand driven yang diterapkan melibatkan sinergi aktif bersama perusahaan, pemerintah daerah, kawasan industri, hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dengan transformasi menyeluruh ini, BPVP diharapkan dapat berfungsi secara optimal sebagai pusat layanan ketenagakerjaan yang secara efektif menjembatani pencari kerja dengan dunia industri.

RH
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update