Minggu, 18 Okt 2026 NewsDaerahEkonomiSosokTren
Breaking
Beranda › News
News

Netflix Pangkas 6% Tenaga Kerja Global, Ini Alasan di Balik PHK Massal Raksasa Streaming

✍️ Ayu Lestari 🕒 15 Oct 2026 👁️ 9x dibaca
Netflix Pangkas 6% Tenaga Kerja Global, Ini Alasan di Balik PHK Massal Raksasa Streaming
Netflix Pangkas 6% Tenaga Kerja Global, Ini Alasan di Balik PHK Massal Raksasa Streaming Foto: Unsplash/Freestocks

UpdateYuk.id - Netflix memutuskan memangkas sekitar 6% dari total tenaga kerja globalnya, atau sekitar 1.000 karyawan, lewat pemutusan hubungan kerja (PHK) massal. Keputusan itu disampaikan Co-CEO Greg Peters dan Ted Sarandos melalui email internal perusahaan.

Dalam memo tersebut, keduanya menegaskan alasan di balik langkah ini.

“Misi kami untuk menghibur dunia adalah ambisius, dan mewujudkannya mengharuskan kami untuk disiplin dalam memprioritaskan sumber daya manusia dan aset kami,” kata para CEO bersama dalam memo tersebut, seperti dilansir dari Variety.

Ini menjadi PHK terbesar Netflix sejak 2022. Menurut laporan, sebagian besar pengurangan staf akan menyasar divisi produk, teknologi, hukum (legal), dan sumber daya manusia (HR).

Pertumbuhan Pendapatan Mulai Melambat

Restrukturisasi ini dilakukan ketika pertumbuhan pendapatan perusahaan mulai melambat. Di saat yang sama, Netflix terus memperluas bisnisnya ke acara langsung (live events), siniar (podcasts), dan video gim. Demi menjaga disiplin finansial dan margin keuntungan, perusahaan menilai struktur operasionalnya perlu dirampingkan.

Kinerja Keuangan Masih Solid

Sebagai penyedia layanan streaming premium terbesar dengan lebih dari 325 juta pelanggan di seluruh dunia, Netflix mencatat pertumbuhan dua digit pada pendapatan dan laba dalam beberapa tahun terakhir. Sepanjang 2025, pendapatan perusahaan mencapai $45,2 miliar (naik 16%), sementara laba bersih menyentuh $11 miliar (naik 26%).

Meski begitu, investor masih cemas karena tingkat keterlibatan pengguna (engagement) melambat pada paruh pertama 2026.

Menanggapi hal itu, manajemen menyatakan kondisi bisnis tetap sehat.

“Bisnis kami kuat dan terus berkembang, dan kami tetap berada di jalur yang tepat untuk mencapai target setahun penuh,” ujar Sarandos dan Peters dalam memo tersebut.

Untuk 2026, Netflix memproyeksikan pendapatan $51,0 miliar hingga $51,4 miliar (naik 13%-14%) dengan margin operasional 31,5%, lebih tinggi dibandingkan 29,5% pada 2024.

Latar Industri Hiburan

Kabar ini muncul di tengah gejolak industri hiburan, setelah sebelumnya akuisisi oleh Skydance juga menjadi sorotan.

AL
Ayu LestariEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update