Minggu, 18 Okt 2026 NewsDaerahEkonomiSosokTren
Breaking
Beranda › Tren
Tren

Robot Humanoid Xiao Gai Jaga Toko 24 Jam, Akankah Kasir Indomaret dan Alfamart Tergantikan?

✍️ Ayu Lestari 🕒 17 Oct 2026 👁️ 7x dibaca
Sebuah toko robot otonom sepenuhnya di tepi laut Hung Hom.
Sebuah toko robot otonom sepenuhnya di tepi laut Hung Hom. Foto: Dok. Galbot

UpdateYuk.id - Toko otomatis berbasis kecerdasan buatan (AI) dan robotika mulai menjadi ancaman nyata bagi tenaga kerja ritel dunia, termasuk kasir dan karyawan minimarket di Indonesia seperti Indomaret dan Alfamart. Contoh terbarunya adalah Ro-bodega di Hung Hom, Hong Kong, minimarket yang beroperasi tanpa satu pun pekerja manusia.

Seluruh pekerjaan di toko ini, mulai dari mengisi ulang rak (restock), mengambilkan pesanan, hingga memproses pembayaran, dikerjakan satu robot humanoid bernama Xiao Gai, sebagaimana dilaporkan South China Morning Post. Konsep ini sebelumnya sudah menarik perhatian di China daratan sebelum masuk ke Hong Kong.

Mengenal Xiao Gai dan Ro-bodega

Xiao Gai dikembangkan Galbot, perusahaan AI dan robotika asal Beijing. Robot ini setinggi 1,67 meter dengan jangkauan lengan 1,8 meter, dan mampu berkomunikasi secara ramah dalam berbagai bahasa.

Barang yang dijual serupa minimarket pada umumnya, yakni camilan, minuman dingin, dan obat bebas. Proyek ini didukung Hong Kong Investment Corporation. Galbot memperkirakan keunikan toko tersebut dapat mendongkrak jumlah pengunjung kawasan hingga 40 persen, dan menargetkan 100 toko kapsul robot serupa di 10 kota besar lainnya.

Beroperasi 24 Jam Tanpa Gaji

Berbeda dari manusia, sistem robotik dapat bekerja nonstop selama 24 jam tanpa istirahat dan tanpa cuti, serta tidak menuntut gaji bulanan. Adopsi minimarket tanpa manusia memang belum masif di Indonesia, tetapi mulai marak di sejumlah kawasan Asia. Tren ini menandakan industri ritel memasuki babak baru yang berpotensi memangkas kebutuhan tenaga kerja secara signifikan.

Sinyal Bahaya bagi Pekerja Ritel Indonesia

Bila efisiensi teknologi ini semakin teruji dan biaya adopsinya turun, konsep minimarket tanpa manusia berpeluang masuk ke pasar Indonesia. Akibatnya, posisi ribuan karyawan toko berpotensi digantikan mesin.

Tren otomatisasi juga muncul di sektor lain. Japan Airlines, misalnya, baru-baru ini menguji coba robot penanganan bagasi di Bandara Haneda.

Otomatisasi Belum Bebas Masalah

Meski begitu, otomatisasi total masih punya celah. Awal tahun ini, video viral memperlihatkan robot pelayan restoran yang “mengamuk” dan melempar peralatan makan. Di Stockholm, agen AI yang ditugaskan mengelola kedai kopi menghabiskan anggaran operasional kurang dari sebulan karena keliru memesan 3.000 pasang sarung tangan karet yang tidak dibutuhkan.

Kendati demikian, laju otomatisasi sulit dibendung. Bagi pekerja ritel, ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat efisiensi teknologi kini kian mendekati kenyataan.

AL
Ayu LestariEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update