Dari Perkantoran hingga Pedagang Keliling: Siapa Saja Pelanggan Sapu Ijuk Ken Dedes di Jember?
UpdateYuk.id - Usaha sapu ijuk bermerek Ken Dedes milik Karyati di Desa Semboro, Kabupaten Jember, melayani tiga kelompok pelanggan: perkantoran dan instansi, pedagang keliling, serta masyarakat umum di Jember dan sekitarnya. Untuk mengembangkan lokasi usaha dan memperkuat kapasitas bisnis yang ia jalankan bersama suaminya, BNI Kantor Cabang Jember menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp200 juta.
Produk untuk Beragam Kebutuhan
Selain sapu ijuk, Ken Dedes memproduksi perlengkapan rumah tangga. Lima tenaga kerja mengerjakan produksi harian, mulai dari pengolahan serabut ijuk, pemasangan gagang, pengepresan sesuai ukuran, hingga pengemasan sebelum produk dipasarkan. Usaha ini memiliki mesin pembuat sapu, gudang, dan sarana penyimpanan barang untuk menunjang produksi dan distribusi.
Rantai Usaha yang Ikut Bergerak
Bahan baku dan komponen antara lain didapat dari pemasok di Bondowoso, Lumajang, dan Puger, Jember. Dengan begitu, usaha ini tidak hanya memberi penghasilan bagi keluarga dan pekerjanya, tetapi juga memutar ekonomi pemasok dan pedagang dalam rantai usaha sapu ijuk.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menilai karakter usaha seperti ini menunjukkan potensi UMKM daerah bila didukung pembiayaan dan akses pasar yang memadai.
“Usaha produktif di daerah memiliki rantai ekonomi yang cukup luas. Ketika kapasitas usahanya meningkat, manfaatnya juga dapat dirasakan oleh tenaga kerja, pemasok, hingga jaringan penjualan yang terlibat. Karena itu, kami berharap pembiayaan KUR dapat memberikan multiplier effect bagi ekonomi masyarakat,” katanya.
Dukungan BNI
Okki menyebut dukungan kepada pelaku usaha produktif merupakan bagian dari upaya memperluas akses pembiayaan UMKM dan memperkuat ekonomi daerah.
“BNI Jember terus berupaya hadir lebih dekat dengan pelaku usaha melalui pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas bisnisnya. Melalui KUR BNI, kami ingin membantu usaha-usaha produktif yang telah memiliki pasar dan prospek agar dapat terus berkembang secara sehat dan berkelanjutan,” ujar Okki.
BNI Jember mendorong KUR diarahkan ke usaha produktif yang berprospek dan berdampak bagi lingkungan sekitar.
“Tidak hanya memperluas akses pembiayaan, BNI juga berkomitmen menjaga kualitas penyaluran KUR dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan kepatuhan terhadap prosedur. Hal ini dilakukan dengan memastikan KUR disalurkan kepada pelaku usaha yang memenuhi ketentuan dan dimanfaatkan sesuai tujuan pembiayaan,” tegas Okki.
Selain pembiayaan, BNI juga mendorong penguatan UMKM lewat pendampingan, digitalisasi, dan perluasan akses pasar sesuai kebutuhan tiap usaha. BNI berharap makin banyak pelaku UMKM di Jember memperoleh pembiayaan yang sesuai sehingga mampu meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, membuka lapangan kerja, dan tumbuh berkelanjutan.
