Inflasi Papua Selatan Tertinggi di Indonesia pada Oktober 2026, Gorontalo Deflasi 0,67 Persen
UpdateYuk.id - Papua Selatan menjadi provinsi dengan inflasi bulanan tertinggi di Indonesia pada Oktober 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) di wilayah tersebut mencapai 1,12 persen secara bulanan atau month-to-month (mtm).
Di tingkat nasional, perkembangan harga menunjukkan kondisi yang berbeda antarwilayah. Sebanyak 33 provinsi mengalami inflasi, sementara lima provinsi lainnya mencatat deflasi. Gorontalo menjadi daerah dengan deflasi terdalam, yakni sebesar 0,67 persen.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan, perbedaan pergerakan harga tersebut terjadi di berbagai wilayah Indonesia selama Oktober 2026.
"Secara bulanan atau month-to-month, 33 provinsi mengalami inflasi dan 5 provinsi mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Papua Selatan yaitu sebesar 1,12% sedangkan deflasi terdalam terjadi di Gorontalo yaitu sebesar 0,67%" ujar Ateng dalam pemaparan di Jakarta, Senin (2/11/2026).
Perbedaan angka inflasi dan deflasi antarprovinsi mencerminkan kondisi harga yang tidak seragam di setiap daerah. Faktor pasokan dan pola konsumsi masyarakat turut menjadi bagian dari dinamika harga di masing-masing wilayah.
Sumatra Barat inflasi tertinggi di Sumatra
Di Pulau Sumatra, Sumatra Barat mencatat inflasi bulanan tertinggi sebesar 0,86 persen. Sementara itu, Kepulauan Bangka Belitung mengalami deflasi paling dalam di kawasan tersebut, yakni 0,41 persen.
Berbeda dengan Sumatra, seluruh provinsi di Pulau Jawa mengalami inflasi pada Oktober 2026. DI Yogyakarta mencatat angka tertinggi sebesar 0,27 persen, sedangkan Jawa Timur menjadi provinsi dengan inflasi terendah, yaitu 0,07 persen.
Di Kalimantan, Kalimantan Tengah mencatat inflasi bulanan sebesar 0,68 persen dan menjadi yang tertinggi di kawasan tersebut.
Bali inflasi, NTB dan Gorontalo mengalami deflasi
Pergerakan harga di kawasan Bali dan Nusa Tenggara juga menunjukkan perbedaan. Bali mengalami inflasi sebesar 0,25 persen, sedangkan Nusa Tenggara Barat mencatat deflasi 0,56 persen.
Di Pulau Sulawesi, Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan sama-sama mencatat inflasi tertinggi di kawasan tersebut, masing-masing sebesar 0,57 persen.
Sebaliknya, Gorontalo mengalami penurunan harga paling dalam, yakni 0,67 persen. Angka tersebut sekaligus menjadi deflasi terdalam secara nasional pada Oktober 2026.
Papua Selatan inflasi tertinggi di Maluku dan Papua
Di kawasan Maluku dan Papua, Papua Selatan mencatat inflasi bulanan tertinggi sebesar 1,12 persen. Angka tersebut juga menempatkannya sebagai provinsi dengan inflasi tertinggi secara nasional.
Sementara itu, Maluku mencatat inflasi paling rendah di kawasan Maluku dan Papua, yakni sebesar 0,23 persen.
Perbedaan pergerakan harga di berbagai daerah menjadi perhatian dalam menjaga stabilitas harga nasional. Penguatan distribusi dan ketersediaan bahan pokok menjadi salah satu langkah penting agar gangguan pasokan di daerah tidak berkembang menjadi tekanan harga yang lebih besar.
