Selasa, 03 Nov 2026 NewsDaerahEkonomiSosokTren
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

Harga Emas Hari Ini 2 November 2026 Berpeluang Rebound, XAUUSD Bidik US$4.002

✍️ Ayu Lestari 🕒 02 Nov 2026 👁️ 3x dibaca
Ilustrasi emas batangan, harga emas hari ini.
Ilustrasi emas batangan, harga emas hari ini. Foto: DOK. Shutterstock.

UpdateYuk.id - Harga emas dunia atau XAUUSD berpeluang bangkit pada perdagangan Senin (2/11/2026), setelah sebelumnya mengalami tekanan jual hingga mencetak titik terendah baru. Analisis teknikal Dupoin Futures memperkirakan harga emas berpotensi menguji area resistance US$3.976 hingga US$4.002 per troy ounce apabila momentum pembelian mulai menguat.

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, melihat indikasi pemulihan pada grafik XAUUSD dengan kerangka waktu empat jam atau H4. Sinyal tersebut muncul setelah harga emas bergerak turun ke kisaran US$3.890–US$3.869 per troy ounce dan membentuk titik terendah baru atau swing low.

Setelah menyentuh area tersebut, pergerakan harga mulai menunjukkan peluang pembalikan arah. Kondisi ini membuka kemungkinan terbentuknya tren sekunder atau secondary trend yang mengarah pada pemulihan dalam jangka pendek.

Indikasi tersebut juga didukung indikator teknikal Stochastic yang telah memasuki wilayah oversold atau jenuh jual. Posisi ini menunjukkan tekanan jual yang relatif besar dan membuka peluang terjadinya koreksi kenaikan.

Meski demikian, kondisi oversold tidak otomatis menandakan harga akan langsung berbalik naik. Konfirmasi dari pergerakan harga tetap diperlukan untuk memastikan terbentuknya momentum beli.

XAUUSD Berpeluang Menguji Resistance US$3.976–US$4.002

Dalam skenario pemulihan, Dupoin Futures memproyeksikan harga emas berpeluang menguji area resistance US$3.976 hingga US$4.002 per troy ounce.

Rentang tersebut menjadi zona penting untuk mengukur kekuatan pembeli setelah harga mengalami penurunan. Jika tekanan beli semakin kuat, XAUUSD berpotensi bergerak naik secara bertahap menuju area tersebut.

Namun, peluang penguatan secara teknikal masih berhadapan dengan sejumlah faktor fundamental. Salah satu yang menjadi perhatian pasar adalah prospek kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed).

Ekspektasi Kebijakan The Fed Masih Menekan Emas

Mengacu pada rangkuman Reuters dalam naskah sumber, harga emas masih menghadapi tekanan akibat ekspektasi pasar terhadap kemungkinan The Fed kembali menaikkan suku bunga pada Desember 2026.

Prospek kenaikan suku bunga dapat memperkuat daya tarik dolar AS. Kondisi tersebut sekaligus meningkatkan biaya peluang atau opportunity cost bagi investor yang memilih menyimpan emas.

Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil bunga, emas cenderung menghadapi persaingan lebih besar ketika instrumen investasi berbunga menawarkan potensi keuntungan yang lebih menarik.

Tekanan terhadap emas juga berkaitan dengan pergerakan saham teknologi. Pelemahan saham di sektor tersebut sempat mendorong sebagian investor melepas aset untuk memenuhi kebutuhan likuiditas.

Dalam kondisi seperti itu, emas yang dikenal sebagai aset lindung nilai atau safe haven tetap berpotensi mengalami aksi jual.

Data Ekonomi AS Jadi Perhatian Pasar

Selain perkembangan kebijakan moneter, pelaku pasar akan mencermati sejumlah data ekonomi Amerika Serikat yang dijadwalkan rilis sepanjang pekan ini.

Indikator yang menjadi perhatian antara lain laporan Institute for Supply Management (ISM) dan data ketenagakerjaan AS, khususnya Non-Farm Payrolls (NFP).

Jika data ekonomi AS lebih kuat daripada perkiraan, ekspektasi terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat berpotensi meningkat. Situasi tersebut dapat menopang dolar AS sekaligus membatasi ruang penguatan harga emas.

Sebaliknya, data ekonomi yang lebih lemah dapat mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Kondisi ini berpotensi memberi ruang bagi XAUUSD untuk melanjutkan pemulihan.

Dengan demikian, arah pergerakan dolar AS, ekspektasi suku bunga, dan hasil rilis data ekonomi Amerika Serikat akan menjadi sejumlah faktor penting yang memengaruhi harga emas dalam waktu dekat.

Dupoin Futures menilai peluang rebound XAUUSD masih terbuka setelah terbentuknya swing low baru. Area US$3.976–US$4.002 per troy ounce menjadi level resistance yang perlu diperhatikan untuk mengukur kekuatan pemulihan berikutnya.

Meski begitu, proyeksi tersebut merupakan skenario analisis pasar, bukan kepastian arah harga ataupun rekomendasi transaksi. Perdagangan berjangka memiliki risiko kerugian yang signifikan.

AL
Ayu LestariEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update