Gadi Eisenkot, Mantan Kepala Militer Israel yang Jadi Penantang Kuat Netanyahu di Pemilu Mendatang
UpdateYuk.id - Mantan Kepala Staf Militer Israel Gadi Eisenkot (66) muncul sebagai salah satu penantang terkuat Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam pemilihan mendatang. Eisenkot, yang memimpin militer Israel pada 2015-2019, menawarkan gaya kepemimpinan yang lebih tenang dan bersahaja, serta berjanji menyatukan masyarakat yang terbelah selama bertahun-tahun. Sejumlah jajak pendapat menunjukkan elektabilitasnya bersaing ketat dengan Netanyahu. Hal ini dilaporkan AFP, Kamis (22/10/2026).
Daya Tarik: Tenang dan Bertanggung Jawab
Berbeda dengan Netanyahu yang piawai berbicara di depan publik, Eisenkot dinilai menarik bagi pemilih yang menginginkan suasana lebih tenang.
“Ada kelompok besar di Israel yang tujuan utamanya dalam pemilihan mendatang hanyalah menginginkan situasi yang lebih tenang,” ujar peneliti lembaga pemikir Molad, Tal Elovits, dikutip dari AFP pada Kamis (22/10/2026).
“Kelas menengah mencari seseorang yang terlihat bertanggung jawab, bahkan membosankan. Menurut saya, Eisenkot memiliki daya tarik tersebut,” tambahnya.
Janji Keamanan: Akhiri Kekuasaan Hamas dalam 18 Bulan
Di bidang keamanan, Eisenkot berjanji mengakhiri kekuasaan Hamas di Gaza dalam 18 bulan, baik lewat rencana gencatan senjata Presiden AS Donald Trump maupun operasi militer untuk menghancurkan sayap bersenjata Hamas.
Di dalam negeri, ia mengusulkan undang-undang layanan nasional universal yang mewajibkan warga Yahudi ultra-Ortodoks dan warga Arab Israel menjalani dinas militer atau layanan sipil. Kebijakan ini bertujuan mengurangi pengecualian wajib militer bagi pelajar agama yang selama ini memicu ketidakpuasan masyarakat. Untuk menarik pemilih moderat dan liberal, ia juga menjanjikan perlindungan independensi peradilan, supremasi hukum, hak kelompok minoritas, kebebasan pers, dan komunitas LGBTQ.
Memulihkan Citra Israel, Tetapi Tetap Keras soal Palestina
Eisenkot berjanji memperbaiki citra internasional Israel yang memburuk akibat tiga tahun perang di Gaza dan meningkatnya kekerasan terhadap warga Palestina di Tepi Barat. Ia mengecam serangan pemukim Israel terhadap warga Palestina, termasuk insiden yang menimpa seorang jurnalis AS dan wali kota asal Prancis, dan menyebutnya “teror Yahudi” yang dibiarkan di bawah pemerintahan Netanyahu.
Namun, pandangannya soal konflik Israel-Palestina tetap keras. Ia menolak pembentukan negara Palestina dan mendukung permukiman Israel di Tepi Barat sepanjang sesuai hukum dan kepentingan negara.
“Permukiman Israel (di Tepi Barat) adalah sebuah nilai, dengan syarat hal tersebut melayani kepentingan negara Israel dan dilakukan sesuai dengan hukum yang berlaku,” ujarnya kepada kelompok Yahudi religius.
Eisenkot juga dikenal sebagai perancang “doktrin Dahiya” dalam perang Israel melawan Hizbullah pada 2006. Doktrin itu menekankan penggunaan kekuatan militer besar-besaran terhadap infrastruktur sipil di wilayah basis kelompok radikal. Strategi serupa diterapkan Israel di Gaza dan menuai tuduhan kejahatan perang dari para kritikus, yang dibantah pemerintah Israel.
Putra Keluarga Pekerja Keturunan Maroko
Berbeda dengan Netanyahu yang berasal dari keluarga elite, Eisenkot adalah putra keluarga Yahudi keturunan Maroko yang tumbuh di wilayah pinggiran Israel. Jika terpilih, ia akan menjadi perdana menteri pertama Israel dari kelompok Yahudi Sephardic, yang berakar di Timur Tengah dan Afrika Utara. Simpati publik terhadapnya juga meningkat setelah putranya, Gal, dan dua keponakannya tewas dalam perang di Gaza.
Latar belakangnya sempat menjadi sorotan ketika seorang komentator televisi pro-Netanyahu memakinya. Pernyataan itu memicu kecaman luas, termasuk dari Netanyahu. Tim kampanye Eisenkot lalu memanfaatkan kontroversi tersebut untuk mengangkat isu diskriminasi terhadap kelompok Sephardic.
Perubahan Gaya, Belum Tentu Perubahan Kebijakan
Meski menawarkan perubahan gaya kepemimpinan, sikap keras Eisenkot dalam isu Palestina menunjukkan bahwa pergantian pemerintahan belum tentu membawa perubahan besar dalam kebijakan keamanan Israel.
