Selasa, 03 Nov 2026 NewsDaerahEkonomiSosokTren
Breaking
Beranda › Tren
Tren

Harga BBM Malaysia Naik, RON 97 Tembus Rp21.895 dan Solar Rp23.548 per Liter

✍️ Ayu Lestari 🕒 30 Oct 2026 👁️ 5x dibaca
Ilustrasi SPBU Petronas. Harga BBM Malaysia naik.
Ilustrasi SPBU Petronas. Harga BBM Malaysia naik. Foto: Istimewa

UpdateYuk.id - Pemerintah Malaysia menaikkan harga sejumlah bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi mulai Kamis (29/10/2026). Kenaikan berlaku untuk bensin RON 97, RON 95 non-subsidi, serta solar non-subsidi, sementara harga BBM yang masuk dalam program subsidi pemerintah tetap.

Berdasarkan penyesuaian terbaru, harga RON 97 naik 10 sen menjadi 4,90 ringgit Malaysia atau sekitar Rp 21.895,56 per liter. Harga RON 95 non-subsidi juga bertambah 10 sen menjadi 4,42 ringgit Malaysia atau sekitar Rp 19.750,69 per liter.

Adapun solar non-subsidi mengalami kenaikan lebih besar, yakni 20 sen, sehingga harganya mencapai 5,27 ringgit Malaysia atau sekitar Rp 23.548,90 per liter.

Sebagai perbandingan dengan Indonesia, bensin RON 95 memiliki tingkat oktan yang setara dengan Pertamax Green 95 milik Pertamina. Sementara RON 97 Malaysia mendekati Pertamax Turbo yang memiliki RON 98.

Di Indonesia, Pertamax Green 95 dijual Rp 16.600 per liter di wilayah Jabodetabek dan Rp 19.330 per liter di sejumlah wilayah lain. Adapun Pertamax Turbo dipasarkan dengan harga Rp 19.600 per liter di Jabodetabek hingga Rp 20.450 per liter di wilayah lain.

Kenaikan dipengaruhi gejolak harga minyak global

Kementerian Keuangan Malaysia menjelaskan, penyesuaian harga BBM tersebut berlangsung di tengah kenaikan harga minyak mentah Brent pada pekan sebelumnya. Pergerakan harga minyak dipengaruhi kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan di kawasan Asia Barat atau Timur Tengah.

Selain itu, harga diesel olahan di Singapura turut meningkat, sedangkan pergerakan harga bensin menunjukkan tren yang bervariasi. Persediaan sejumlah produk minyak bumi di Singapura juga dilaporkan menurun, meskipun pasokan dari Asia Timur Laut diperkirakan masih stabil.

“Perkembangan konflik di Asia Barat, termasuk ancaman terhadap infrastruktur energi dan jalur pelayaran, terus meningkatkan kekhawatiran terhadap kelancaran arus pasokan minyak bumi,” bunyi pernyataan Kementerian Keuangan Malaysia dikutip dari The Edge Malaysia, Rabu (28/10/2026).

Pemerintah Malaysia memperkirakan ketidakpastian di pasar energi masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.

“Harga minyak bumi global diperkirakan akan tetap fluktuatif dalam jangka menengah,” sambungnya.

Harga BBM bersubsidi Malaysia tidak berubah

Kenaikan kali ini hanya berlaku untuk BBM non-subsidi. Sementara itu, harga bahan bakar yang disalurkan melalui program subsidi pemerintah Malaysia masih dipertahankan.

Malaysia memiliki sejumlah skema subsidi BBM, antara lain Budi Madani RON95 (BUDI95) dan Sistem Kawalan Petrol Bersubsidi (SKPS). Program BUDI95 ditujukan bagi kendaraan pribadi warga negara Malaysia, sedangkan SKPS menyasar kendaraan komersial dan angkutan umum.

Melalui program BUDI95, bensin RON 95 dijual seharga 1,99 ringgit Malaysia atau sekitar Rp 8.892,28 per liter. Sementara RON 95 dalam skema SKPS dipatok 2,05 ringgit Malaysia atau Rp 9.160,39 per liter.

Untuk solar, pemerintah Malaysia menyediakan subsidi melalui program Budi Madani Diesel dan Sistem Kawalan Diesel Bersubsidi (SKDS). Harga solar Budi Madani Diesel ditetapkan 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp 9.383,81 per liter. Adapun solar SKDS dijual 2,15 ringgit Malaysia atau Rp 9.607,24 per liter.

Sebagai perbandingan, harga Biosolar bersubsidi di Indonesia tercatat Rp 6.800 per liter.

Daftar harga BBM Malaysia terbaru

Dilansir dari The Malaysian Reserve, Rabu (28/10/2026), berikut daftar harga BBM di Malaysia setelah penyesuaian per 29 Oktober 2026:

Bensin:

  • RON 95 BUDI95: 1,99 ringgit Malaysia atau Rp 8.892,28 per liter.

  • RON 95 SKPS: 2,05 ringgit Malaysia atau Rp 9.160,39 per liter.

  • RON 95 non-subsidi: 4,42 ringgit Malaysia atau Rp 19.750,69 per liter.

  • RON 97: 4,90 ringgit Malaysia atau Rp 21.895,56 per liter.

Solar:

  • Budi Madani Diesel: 2,10 ringgit Malaysia atau Rp 9.383,81 per liter.

  • SKDS: 2,15 ringgit Malaysia atau Rp 9.607,24 per liter.

  • Solar non-subsidi: 5,27 ringgit Malaysia atau Rp 23.548,90 per liter.

Dengan penyesuaian tersebut, konsumen BBM non-subsidi di Malaysia menghadapi kenaikan harga, sedangkan pengguna yang memenuhi ketentuan program subsidi masih memperoleh bahan bakar dengan harga yang lebih rendah.

AL
Ayu LestariEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update