Jelang Demo BEM UI di Bundaran HI, Lalu Lintas Sudirman Ramai Lancar
UpdateYuk.id - Arus lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, terpantau ramai lancar menjelang aksi unjuk rasa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama sejumlah elemen masyarakat sipil, Rabu (28/10/2026).
Berdasarkan pantauan Kompas.com pada pukul 11.45 WIB, kendaraan roda dua dan roda empat dari arah Semanggi menuju Bundaran HI masih dapat melintas tanpa hambatan berarti. Kondisi serupa terlihat pada arus kendaraan dari Jalan MH Thamrin menuju Bundaran HI.
Meski lalu lintas masih berjalan lancar, pengamanan di sekitar lokasi aksi mulai diperketat. Sejumlah personel kepolisian terlihat berjaga di depan Gedung UOB. Selain itu, tiga kendaraan taktis (rantis) dan satu mobil barracuda disiagakan di sekitar lokasi.
BEM UI dijadwalkan menggelar aksi unjuk rasa di Bundaran HI pada pukul 14.00 WIB. Kepala Departemen Kajian Strategis BEM UI 2026, Namora Siahaan, memastikan aksi mahasiswa akan dipusatkan di kawasan tersebut.
"Di HI saja ya jam 14.00 WIB," ujar Namora saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Selasa (27/10/2026).
Ia menjelaskan, mahasiswa UI yang mengikuti demonstrasi akan berangkat bersama perwakilan dari fakultas masing-masing.
BEM UI Bawa Lima Tuntutan dalam Aksi Demonstrasi
Dalam aksi tersebut, BEM UI bersama elemen masyarakat sipil akan menyuarakan lima tuntutan yang mencakup sektor lingkungan, ekonomi, pendidikan, reformasi hukum dan tata kelola pemerintahan, serta hak asasi manusia (HAM) dan demokrasi.
Namora mengatakan, tuntutan tersebut dibagi ke dalam lima sektor dan memiliki sejumlah kesamaan dengan aspirasi yang disampaikan dalam demonstrasi pada 20 Oktober 2026.
"Ada lima (tuntutan) sebenarnya dari kita ya. Kita membaginya menggunakan lima sektor dan tidak terlalu berbeda dari sektor dan juga tuntutan yang dibawa (saat demo) di tanggal 20 Oktober (2026)," kata Namora saat ditemui dalam kegiatan konsolidasi aksi #IndonesiaSadar di Pusgiwa UI, Depok, Senin (26/10/2026) malam.
Berikut lima tuntutan yang akan disuarakan BEM UI dalam aksi di Bundaran HI.
1. Mendesak penetapan status bencana nasional
Pada sektor lingkungan, BEM UI bersama elemen masyarakat sipil mendesak pemerintah menetapkan status bencana nasional untuk sejumlah bencana ekologis di Indonesia.
Tuntutan ini mencakup kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta bencana ekologis di sejumlah wilayah lain, termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua, dan Sumatera.
BEM UI menilai pemerintah perlu memberikan perhatian lebih terhadap berbagai bencana tersebut. Mereka juga mempertanyakan alasan pemerintah belum menetapkan status bencana nasional.
"Kami tidak mengerti alasan kenapa pemerintah tidak kunjung mau menetapkan sebagai status bencana nasional. Parameter hukum sudah jelas, benefit-nya sudah jelas, tapi mungkin pemerintah dengan egonya itu masih menolak untuk mengakui," jelasnya.
2. Meminta APBN lebih berorientasi pada kepentingan rakyat
Dalam sektor ekonomi, BEM UI menuntut agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) lebih diarahkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Mereka juga meminta pemerintah menghentikan pemborosan anggaran untuk program-program populis yang dinilai lebih mengutamakan kepentingan politik.
Namora mencontohkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) sebagai kebijakan yang menjadi sorotan mahasiswa.
3. Mendesak penurunan biaya pendidikan
Pada sektor pendidikan dan layanan dasar, BEM UI meminta pemerintah menurunkan biaya pendidikan agar akses belajar tidak menjadi beban bagi masyarakat.
Selain itu, mereka mendorong pemerataan akses terhadap layanan dasar sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan yang dibutuhkan secara lebih merata.
4. Menolak penyalahgunaan hukum dan mendesak pemberantasan KKN
Dalam bidang reformasi hukum dan tata kelola pemerintahan, BEM UI mendesak penghentian penyalahgunaan hukum untuk kepentingan kekuasaan.
Mahasiswa juga menuntut pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) sebagai bagian dari upaya memperbaiki tata kelola pemerintahan.
5. Menuntut perlindungan kebebasan berpendapat dan HAM
Pada sektor HAM dan demokrasi, BEM UI meminta pemerintah menjaga kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat dan kritik.
Mereka juga mendesak penghentian kriminalisasi terhadap masyarakat yang menyuarakan kritik.
Lima tuntutan tersebut akan dibawa dalam aksi yang dipusatkan di Bundaran HI pada Rabu siang. Sementara itu, berdasarkan pantauan Kompas.com menjelang tengah hari, arus lalu lintas di sekitar lokasi masih ramai lancar meski aparat kepolisian telah meningkatkan kesiagaan pengamanan.
