Selasa, 03 Nov 2026 NewsDaerahEkonomiSosokTren
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

KRI Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,3% pada 2027, Inflasi Jadi Tantangan

✍️ Ayu Lestari 🕒 21 Oct 2026 👁️ 3x dibaca
Ilustrasi suku bunga.
Ilustrasi suku bunga. Foto: PEXELS/NATALIYA VAITKEVICH

UpdateYuk.id - PT Kredit Rating Indonesia (KRI) memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh 5,3 persen pada 2027. Namun, proyeksi tersebut dibayangi risiko kenaikan inflasi, suku bunga tinggi, pelemahan nilai tukar rupiah, serta perlambatan pertumbuhan kredit.

Analis Senior KRI Gromy Purba mengatakan, tekanan harga energi menjadi salah satu risiko utama yang perlu diantisipasi. Di sisi lain, tingginya biaya pinjaman berpotensi menahan investasi swasta dan memengaruhi kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban keuangan.

"Proyeksi kami merupakan gambaran yang mencerminkan kondisi makroekonomi saat ini," kata Gromy dalam keterangan tertulis, Rabu (21/10/2026).

Menurut dia, perusahaan yang mampu menjaga likuiditas, mengelola utang valuta asing, dan mengatur jadwal jatuh tempo utang akan memiliki kesiapan lebih baik dalam menghadapi tantangan ekonomi pada 2027.

Harga energi berisiko mendorong inflasi

KRI memperkirakan inflasi rata-rata Indonesia mencapai 3,1 persen pada 2027. Angka tersebut masih berada dalam sasaran inflasi Bank Indonesia (BI), yakni 1,5–3,5 persen.

Meski demikian, tekanan harga tetap perlu diwaspadai. Inflasi tahunan pada September tercatat 3,28 persen, meningkat dari 3,19 persen pada Agustus dan 2,88 persen pada Juli.

Kelompok makanan memberikan kontribusi sebesar 1,28 poin persentase terhadap inflasi. Sementara itu, inflasi pangan bergejolak atau volatile food mencapai 5,03 persen.

Adapun inflasi inti, yang tidak memperhitungkan komponen pangan bergejolak dan harga yang diatur pemerintah, tercatat 2,92 persen pada Agustus. Angka tersebut menjadi yang tertinggi sejak Maret 2023, meskipun masih dinilai moderat.

Gromy mengatakan, salah satu risiko terbesar berasal dari kemungkinan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi.

"Yang dapat dengan cepat mendorong inflasi ke batas atas sasaran," imbuh dia.

Sejauh ini, tekanan inflasi dinilai masih tertahan oleh subsidi energi yang membantu menjaga harga BBM bersubsidi. Sementara pada kelompok pangan, cabai dan beras masih menjadi penyumbang utama inflasi bahan makanan.

Suku bunga tinggi berpotensi bertahan hingga 2027

Selain inflasi, biaya pinjaman menjadi tantangan lain bagi perekonomian Indonesia. KRI menilai suku bunga berpotensi bertahan tinggi hingga paruh pertama 2027 sebelum ruang penurunan terbuka pada semester kedua.

Dalam proyeksinya, KRI memperkirakan BI-Rate berpotensi naik menjadi 6,00 persen pada kuartal IV-2026, terutama jika bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), kembali menaikkan suku bunga dan rupiah bertahan di atas Rp 18.000 per dollar AS.

KRI juga memperkirakan BI-Rate baru berpeluang turun menjadi 5,75 persen pada semester II-2027.

"Biaya pinjaman tidak akan turun sebelum semester kedua 2027. Rencana pendanaan sebaiknya disusun dengan asumsi suku bunga tetap tinggi hampir sepanjang tahun," kata Gromy.

Suku bunga yang tinggi dapat meningkatkan biaya pendanaan perusahaan dan mengurangi minat investasi swasta. Dampaknya juga berpotensi terasa pada sektor perbankan, terutama melalui perlambatan penyaluran kredit dan peningkatan risiko kredit bermasalah.

Rupiah diperkirakan berada di Rp 17.950 per dollar AS

Tekanan eksternal turut menjadi perhatian KRI, terutama terkait arah kebijakan moneter Amerika Serikat dan pergerakan nilai tukar rupiah.

Gromy menyebut The Fed telah menaikkan suku bunga acuannya pada 16 September ke kisaran 3,75–4,00 persen. Menurut proyeksi KRI, masih ada kemungkinan kenaikan lanjutan pada kuartal IV-2026.

Penyempitan selisih antara BI-Rate dan suku bunga The Fed menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi daya tarik aset berdenominasi rupiah bagi investor asing.

"Sehingga daya tarik aset rupiah di mata investor asing berkurang," ungkap dia.

KRI memproyeksikan nilai tukar rupiah rata-rata berada di level Rp 17.950 per dollar AS pada 2027. Tekanan terhadap rupiah juga menjadi salah satu pertimbangan dalam memperkirakan arah kebijakan suku bunga domestik.

Jika rupiah bertahan di atas Rp 18.000 per dollar AS dan The Fed kembali menaikkan suku bunga, KRI menilai peluang kenaikan BI-Rate masih terbuka.

Pertumbuhan kredit diperkirakan melambat

Dampak suku bunga tinggi diperkirakan turut memengaruhi kinerja industri perbankan. KRI memproyeksikan pertumbuhan kredit melambat dari 12,0 persen pada 2026 menjadi 9,5 persen pada 2027.

Pada saat yang sama, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) bruto diperkirakan meningkat dari 2,10 persen menjadi sekitar 2,4 persen.

Menurut Gromy, dampak kenaikan suku bunga terhadap kualitas kredit biasanya tidak langsung terlihat. Pengaruhnya dapat muncul dalam rentang enam hingga 12 bulan setelah perubahan biaya pinjaman.

Kondisi tersebut membuat lembaga keuangan perlu mengantisipasi kemungkinan peningkatan risiko kredit, terutama apabila kemampuan debitur membayar kewajibannya melemah akibat biaya pendanaan yang lebih tinggi.

KRI sarankan perusahaan memperkuat pengelolaan risiko

Menghadapi potensi tekanan ekonomi pada 2027, KRI menyarankan lembaga keuangan melakukan pengujian portofolio melalui skenario suku bunga dan nilai tukar yang lebih berat.

Skenario yang disarankan mencakup BI-Rate sebesar 6,75 persen dan nilai tukar rupiah di atas Rp 18.800 per dollar AS. Lembaga keuangan juga disarankan meningkatkan pencadangan sebelum risiko kredit bermasalah membesar.

Sementara itu, perusahaan perlu mempertimbangkan pembiayaan kembali utang lebih awal serta melakukan lindung nilai terhadap eksposur valuta asing untuk mengurangi risiko fluktuasi kurs.

KRI menilai pengelolaan likuiditas dan kewajiban keuangan menjadi faktor penting bagi perusahaan dalam menghadapi ketidakpastian. Disiplin dalam mengatur utang dan kebutuhan pendanaan dinilai sama pentingnya dengan upaya meningkatkan pertumbuhan bisnis.

"Kita tidak bisa menebak setiap guncangan, tetapi kita bisa memilih seberapa siap menghadapinya. Tahun 2027 merupakan tahun ujian disiplin," tutup Gromy.


 

AL
Ayu LestariEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update