Selasa, 03 Nov 2026 NewsDaerahEkonomiSosokTren
Breaking
Beranda › Sosok
Sosok

Lamaran Adat Bugis di Gowa, Alif Bawa Uang Tunai Rp2 Miliar dan Aset Senilai Rp10 Miliar

✍️ Ayu Lestari 🕒 30 Oct 2026 👁️ 4x dibaca
Prosesi mappettuada Putri Arian Sulhijrah dan Alif di Perumahan Raihan, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Minggu (25/10/2026).
Prosesi mappettuada Putri Arian Sulhijrah dan Alif di Perumahan Raihan, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Minggu (25/10/2026). Foto: Instagram/@gowa_iinfo

UpdateYuk.id - Prosesi mappettuada antara Alif, pria asal Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, dan Putri Arian Sulhijrah, perempuan asal Kabupaten Gowa, menjadi perhatian setelah pihak keluarga laki-laki membawa uang tunai Rp2 miliar serta sejumlah aset bernilai tinggi.

Lamaran dengan adat Bugis tersebut digelar di kediaman Putri, Perumahan Raihan, Lingkungan Tattakang, Kelurahan Parangbanoa, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, pada Minggu (25/10/2026).

Dalam tradisi masyarakat Bugis, mappettuada merupakan tahapan penting menjelang pernikahan. Prosesi ini menjadi momen kesepakatan sekaligus pernyataan resmi antara keluarga kedua calon pengantin.

Uang tunai dan aset bernilai miliaran rupiah

Dalam prosesi itu, Alif membawa uang tunai, perhiasan emas berupa gelang, kalung, dan cincin, serta logam mulia Antam. Seluruh pemberian tersebut ditata di atas replika kapal pinisi yang bertuliskan "Makassar Berlayar".

Sejumlah tokoh dan pengusaha turut hadir dalam acara tersebut. Di antaranya Wakil Ketua Umum PPP Amir Uskara dan Ketua ESI Gowa Rohandi.

Ayah Putri, Harianto Daeng Nai, membenarkan bahwa prosesi mappettuada telah berlangsung dan berjalan lancar.

"Iye kemarin itu mappettuada. Alhamdulillah lancar," ujar Harianto Daeng Nai, dilansir dari TribunTimur, Selasa (27/10/2026).

Sementara itu, Muhammad Rijal, paman Alif yang juga menjabat Ketua DPRD Takalar, mengungkapkan bahwa uang tunai yang dibawa keluarga calon mempelai pria mencapai Rp2 miliar.

"Total uang panaik dengan mahar Rp 2 miliar secara tunai," jelas Rijal.

Menurut Rijal, jumlah tersebut belum termasuk berbagai barang berharga dan aset lain. Jika seluruh pemberian dihitung, nilai uang panai, mahar, dan aset diperkirakan mencapai Rp10 miliar.

Pemberian itu disebut mencakup satu unit mobil Lexus keluaran terbaru, satu set perhiasan emas yang dipadukan dengan berlian, serta sebuah rumah di kawasan Galesong Kota dengan luas setara lapangan sepak bola. Keluarga Alif juga memberikan sebidang tanah seluas satu hektare.

Rijal menegaskan, uang tunai yang dibawa dalam prosesi tersebut bukan berasal dari hasil cicilan ataupun dikumpulkan secara bertahap.

Keluarga Alif menjalankan bisnis ekspor telur ikan terbang

Rijal menjelaskan, kemampuan ekonomi keluarga Alif berkaitan dengan usaha orangtuanya di bidang ekspor telur ikan terbang, komoditas yang dikenal sebagai kaviar.

Ayah Alif bernama Samsuddin Dg. Siriwa. Keluarganya menjalankan usaha tersebut melalui perusahaan PT Siriman Jaya Abadi. Perusahaan itu disebut memiliki sekitar 200 kapal yang beroperasi mencari hasil laut di wilayah Selat Papua.

Alif merupakan anak kedua dari empat bersaudara. Ia juga dikabarkan terlibat dalam pengelolaan bisnis keluarga, termasuk melakukan perjalanan ke China untuk mewakili ayahnya dalam memasarkan telur ikan terbang.

Meski Samsuddin masih aktif menjalankan usaha yang dirintisnya, Alif telah diarahkan untuk ikut mengawal bisnis keluarga setelah menyelesaikan pendidikan kuliah.

Adapun Putri Arian Sulhijrah saat ini tengah menjalani masa koas.

AL
Ayu LestariEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update