Selasa, 03 Nov 2026 NewsDaerahEkonomiSosokTren
Breaking
Beranda › Sosok
Sosok

Makna Bunga di Monumen Selamat Datang Bundaran HI, Simbol Keramahan Indonesia

✍️ Ayu Lestari 🕒 21 Oct 2026 👁️ 5x dibaca
Patung Selamat Datang Bundaran HI, Jakarta.
Patung Selamat Datang Bundaran HI, Jakarta. Foto: Dok. Galeri Nasional Indonesia

UpdateYuk.id - Monumen Selamat Datang di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, bukan sekadar landmark ikonik Ibu Kota. Rangkaian bunga yang dibawa sosok perempuan dalam monumen tersebut memiliki makna khusus, yakni sebagai simbol penghormatan dan penyambutan bagi para tamu yang datang ke Indonesia.

Mengutip informasi resmi Galeri Nasional Indonesia, Kementerian Kebudayaan, bunga tersebut merepresentasikan keramahan Indonesia dalam menyambut para olahragawan dan tamu asing. Simbol ini sejalan dengan tujuan awal pembangunan monumen, yaitu menyambut kedatangan atlet dan tamu internasional dalam penyelenggaraan Asian Games IV pada 1962.

Monumen yang berdiri di tengah air mancur Bundaran HI itu menampilkan dua sosok manusia, seorang pemuda dan seorang pemudi, yang menghadap ke arah utara. Gestur keduanya menggambarkan sambutan hangat bagi para pengunjung yang datang ke Jakarta.

Dibangun untuk menyambut tamu Asian Games 1962

Pembangunan Monumen Selamat Datang berkaitan erat dengan persiapan Jakarta menjadi tuan rumah Asian Games IV pada 1962. Saat itu, Indonesia memanfaatkan ajang olahraga internasional tersebut untuk memperkenalkan diri kepada masyarakat dunia.

Monumen ini dirancang sebagai penanda penyambutan bagi atlet dan tamu dari berbagai negara yang datang untuk mengikuti maupun menyaksikan kompetisi olahraga tersebut.

Pemilihan lokasi di depan Hotel Indonesia juga memiliki pertimbangan strategis. Ketika itu, Hotel Indonesia menjadi salah satu pusat penginapan utama bagi tamu asing yang berkunjung ke Jakarta, termasuk para olahragawan yang hadir dalam Asian Games.

Para tamu yang tiba melalui Bandara Internasional Kemayoran akan menuju Hotel Indonesia sebelum mengikuti berbagai kegiatan. Dalam perjalanan tersebut, kawasan Bundaran HI menjadi salah satu titik yang mereka lewati.

Lokasinya juga berada pada jalur menuju kawasan Senayan, tempat sejumlah pertandingan Asian Games 1962 diselenggarakan. Karena itu, keberadaan monumen di kawasan tersebut memiliki fungsi simbolis sekaligus memperkuat citra Jakarta sebagai kota tuan rumah ajang internasional.

Gagasan Soekarno diwujudkan dalam dua sosok manusia

Gagasan pembangunan Monumen Selamat Datang berasal dari Presiden Soekarno. Pradesainnya dikerjakan oleh seniman Henk Ngantung, yang saat itu menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Rancangan tersebut kemudian diwujudkan melalui penggambaran dua sosok manusia, yakni pemuda dan pemudi yang berdiri berdampingan sambil memberikan sambutan. Sosok perempuan membawa rangkaian bunga sebagai bagian penting dari pesan yang ingin disampaikan monumen.

Bunga tersebut bukan hanya elemen dekoratif, melainkan simbol penghormatan kepada tamu yang datang. Bersama gestur kedua sosok, detail itu menggambarkan sikap terbuka dan bersahabat dalam menerima masyarakat dari berbagai negara.

Melalui Monumen Selamat Datang, Jakarta tidak hanya menandai kawasan pusat kota, tetapi juga menyimpan pesan historis mengenai keramahan Indonesia dan perannya dalam menyambut dunia melalui Asian Games 1962.

Hingga kini, monumen tersebut tetap menjadi salah satu penanda visual Jakarta yang mengingatkan masyarakat pada sejarah penyelenggaraan pesta olahraga internasional sekaligus semangat menyambut tamu dengan tangan terbuka.

AL
Ayu LestariEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update