Selasa, 03 Nov 2026 NewsDaerahEkonomiSosokTren
Breaking
Beranda › Sosok
Sosok

Mengenang Kompol Aditia, Kapolsek Humanis yang Jadi Korban Pengeroyokan di Wonogiri

✍️ Ayu Lestari 🕒 26 Oct 2026 👁️ 6x dibaca
Mantan Kasat Reskrim Polres Wonogiri sekaligus mantan Kapolsek Pasar Kliwon Kira Solo, Kompol Aditia Mulya Ramadani meninggal dunia, Senin (26/10/2026)
Mantan Kasat Reskrim Polres Wonogiri sekaligus mantan Kapolsek Pasar Kliwon Kira Solo, Kompol Aditia Mulya Ramadani meninggal dunia, Senin (26/10/2026) Foto: Dok. Polsek Pasar Kliwon

UpdateYuk.id - Kabar duka datang dari institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Kompol Aditia Mulya Ramadani, mantan Kasat Reskrim Polres Wonogiri sekaligus mantan Kapolsek Pasar Kliwon Solo, meninggal dunia pada Senin (26/10/2026) dini hari setelah menjalani perawatan selama tujuh tahun akibat pengeroyokan.

Kompol Aditia mengembuskan napas terakhir di kediamannya di Kota Semarang sekitar pukul 03.00 WIB. Ia sebelumnya mengalami koma setelah menjadi korban pengeroyokan saat mengamankan bentrokan dua kelompok massa dari perguruan pencak silat di Kabupaten Wonogiri pada Mei 2019.

Kabar meninggalnya Kompol Aditia dibenarkan oleh Aiptu Saimun, mantan anggota yang pernah bertugas di bawah kepemimpinannya saat menjabat Kapolsek Pasar Kliwon. Kini, Saimun bertugas sebagai Bhabinkamtibmas Kelurahan Joyosuran.

“Iya kabar ini (meninggalnya Kompol Aditia) sudah saya terima,” ujar Saiumun, Senin (26/10/2026).

Dikenang sebagai pemimpin yang dekat dengan anggota

Semasa hidupnya, Kompol Aditia dikenal sebagai sosok pemimpin yang humanis dan mampu membangun kedekatan dengan anggota tanpa sekat antara atasan dan bawahan. Bagi Saimun, pengalaman diajak berkegiatan bersama oleh seorang Kapolsek menjadi hal yang berkesan.

“Kapolsek baru pertama kali itu ngajak dolan bareng anggota yo Pak Adit ini, luar biasa,” ujarnya.

Selain membangun hubungan kekeluargaan di internal kepolisian, Kompol Aditia juga dikenal mampu melakukan pendekatan sosial kepada masyarakat. Salah satu kenangan yang masih diingat Saimun adalah ketika almarhum turun langsung menemui warga di bantaran sungai wilayah Pasar Kliwon yang menolak proyek penutupan tanggul.

Kompol Aditia mendatangi warga dan tokoh setempat, termasuk seseorang bernama Budi Tato, untuk meredakan ketegangan. Ia bahkan mengajak Saimun berboncengan agar bisa bertemu langsung dengan masyarakat dan mendengarkan persoalan mereka.

“Dia nyambangi warga bantaran yang di buat parkiran rosok-rosok itu, nemui Pak Budi Tato namanya. Jadi di sana jam 10.30, jam 11.30, itu ngajak main ke sana, terus ngobrol yang intinya meredam warga sana,“ kenangnya.

Menurut Saimun, Kompol Aditia berusaha merangkul masyarakat dengan pendekatan yang sederhana dan membangun komunikasi langsung. Ia mengibaratkan upaya tersebut seperti membersihkan sampah yang menyumbat saluran air.

“Merangkul, jadi tak temani waktu itu berdua sama saya boncengan. Umpamakan gini, Pak, dia itu berusaha membuang sampah yang menutup selokan, nah menurut saya, kita ibaratkan seperti itu, tak kiaskan seperti itu. Jadi dia jadi luar biasa,” kenangnya.

Pendekatan tersebut akhirnya membantu mencairkan hubungan dengan kelompok warga yang sebelumnya berada dalam situasi tegang.

“Terus kemudian yo akhirnya hubungan mencair dengan kelompok-kelompok Pak Budi Tato itu,” katanya.

Membangun suasana kekeluargaan di Polsek Pasar Kliwon

Di lingkungan Polsek Pasar Kliwon, Kompol Aditia juga dikenang bukan sebagai pemimpin yang hanya memberi perintah. Ia berupaya menciptakan suasana kerja yang mengedepankan kebersamaan dan hubungan kekeluargaan.

“Keren, membangun hubungan enggak cuma anak buah dan pimpinan enggak, dia membentuk suatu keluarga kecillah katakanlah, tidak hanya tugas saja, ya itu,” terangnya.

Saimun mengaku belum pernah menjumpai Kapolsek lain yang mengajak anggota berkegiatan bersama seperti yang dilakukan Kompol Aditia selama dirinya bertugas di Pasar Kliwon.

“Itu baru sekali itu Kapolsek sampai sekarang ini, saya sudah 26 tahun di Pasar Kliwon ya baru beliau ini. Bisa ngejak dolan bareng anggota, baru itu menurut saya Kapolsek, dua bus (diajak dolan),” katanya.

Kenangan lain muncul dari pertemuan mereka di Solo, hanya sehari sebelum bentrokan tragis di Wonogiri terjadi. Saat itu, keduanya sempat melaksanakan salat Jumat bersama dan berencana makan nasi kebuli, tetapi warung yang dituju ternyata tutup.

“Sabtu malam Minggu kejadian di Wonogiri, Jumatnya itu masih dolan ke Solo dan shalat Jumat bersama-sama aku. Lah terus ngajak maam golek nasi kebuli, warunge tutup, ‘Next time aja’ begitu. Masyaallah. Jadi luar biasa (sosok Kompol Aditia),” kenang Saimun.

Sempat dirawat di Sukoharjo dan menjalani operasi di Singapura

Setelah menjadi korban pengeroyokan pada Mei 2019, Kompol Aditia sempat dibawa ke RSU Dr Oen Sukoharjo. Ia menjalani perawatan di ruang ICU sebelum akhirnya dibawa ke Singapura untuk menjalani operasi.

Setelah menjalani perawatan di luar negeri, Kompol Aditia kembali ke kediamannya di Semarang. Selama bertahun-tahun, pihak keluarga bersama institusi kepolisian terus mendampingi dan mengupayakan perawatan medis bagi almarhum.

Saimun mengatakan dirinya belum sempat menjenguk Kompol Aditia di Semarang. Namun, sejumlah perwakilan Bhayangkari disebut telah datang mengunjungi kediaman almarhum.

“(Setelah dari Singapura) dibawa ke kediamannya di Semarang. Saya belum (sempat menjenguk) tapi kalau perwakilan Ibu Bayangkari kan pada ke sana,” terangnya.

Setelah berjuang selama tujuh tahun, Kompol Aditia akhirnya meninggal dunia pada Senin dini hari. Ia meninggalkan dua orang anak, masing-masing laki-laki dan perempuan.

Jenazah Kompol Aditia dijadwalkan dimakamkan di kampung halamannya, wilayah Baben, Desa Karanganom, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada hari yang sama.

Kepergian Kompol Aditia meninggalkan kenangan bagi rekan-rekannya, terutama atas gaya kepemimpinannya yang mengedepankan pendekatan humanis, kedekatan dengan anggota, serta upaya merangkul masyarakat.

AL
Ayu LestariEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update