Selasa, 03 Nov 2026 NewsDaerahEkonomiSosokTren
Breaking
Beranda › Sosok
Sosok

Profil Arief Mulyadi, Mantan Dirut PNM yang Mengawali Karier sebagai Account Officer

✍️ Ayu Lestari 🕒 27 Oct 2026 👁️ 6x dibaca
Direktur Utama Permodalan Nasional Madani (PNM), Arief Mulyadi, mendapatkan penghargaan Top 100 CEO 2023 dari Infobank Media Group di Four Seasons Hotel Jakarta, Selasa, (5/11).
Direktur Utama Permodalan Nasional Madani (PNM), Arief Mulyadi, mendapatkan penghargaan Top 100 CEO 2023 dari Infobank Media Group di Four Seasons Hotel Jakarta, Selasa, (5/11). Foto: Korsek PNM

UpdateYuk.id - Mantan Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM), Arief Mulyadi, meninggal dunia pada Selasa (27/10/2026). Ia dikenal sebagai sosok yang membangun karier dari posisi Account Officer lapangan hingga dipercaya memimpin perusahaan pembiayaan dan pemberdayaan usaha mikro tersebut.

Kabar meninggalnya Arief disampaikan melalui akun Instagram resmi PNM, @pnm_persero. Dalam unggahan tersebut, perusahaan menyampaikan duka cita sekaligus penghargaan atas pengabdian almarhum selama berkiprah di PNM.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Segenap keluarga besar PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Bapak Arief Mulyadi, Direktur Utama PNM periode 2018-2026,” bunyi unggahan tersebut.

PNM juga mengenang kontribusi Arief bagi perusahaan dan upaya pemberdayaan masyarakat Indonesia.

“Terima kasih atas dedikasi, pengabdian, dan kontribusi yang telah diberikan bagi PNM dan pemberdayaan masyarakat Indonesia,” ucapnya.

Perjalanan karier Arief di PNM dimulai pada 1999, ketika ia bekerja sebagai Account Officer lapangan. Setelah melewati berbagai posisi, ia diangkat menjadi Direktur Utama pada 13 Februari 2018. Kepercayaan untuk memimpin perusahaan kembali diberikan kepadanya melalui keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 2022.

Profil dan latar belakang pendidikan Arief Mulyadi

Arief Mulyadi lahir pada 23 Juni 1968. Ia menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Biologi, Jurusan Ekologi, Universitas Jenderal Soedirman, dan menyelesaikan studinya pada 1993.

Pendidikan kemudian dilanjutkan ke jenjang magister di Universitas Indonesia. Arief mengambil program Kajian Strategi Ketahanan Nasional dan meraih gelar magister pada 2006.

Sebelum bergabung dengan PNM, Arief memiliki pengalaman di sejumlah lembaga penelitian. Ia selanjutnya memasuki industri keuangan dengan mengikuti Executive Development Programme dan bekerja di Bank Nusa International pada 1994–1999.

Selama berkarier di bank tersebut, Arief berkembang hingga menduduki posisi manajer di kelompok Retail Banking & UKM Group. Pengalaman di sektor perbankan itu menjadi salah satu bekal sebelum ia bergabung dengan PNM pada 1999 sebagai Account Officer lapangan.

Meniti karier hingga menjadi Direktur Utama PNM

Setelah bertahun-tahun menjalankan tugas di lapangan, Arief dipercaya mengemban sejumlah jabatan strategis di PNM. Pada 2013, ia diangkat sebagai Executive Vice President Pengembangan Kapasitas Usaha dan Riset.

Dua tahun kemudian, ia kembali menempati posisi eksekutif. Pada 2017, Arief dipercaya menjadi Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha sebelum beralih menjadi Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko pada tahun yang sama.

Pengalaman di bidang pengembangan usaha, perencanaan, kepatuhan, dan manajemen risiko memperluas keterlibatannya dalam pengelolaan perusahaan. Karier tersebut kemudian membawanya ke posisi Direktur Utama PNM.

Pada 13 Februari 2018, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saat itu, Rini Soemarno, mengangkat Arief sebagai direktur utama untuk menggantikan Parman Nataatmadja yang telah menyelesaikan masa jabatannya.

Kepercayaan untuk memimpin PNM kembali diberikan pada 18 April 2022 melalui keputusan RUPS untuk periode 2022–2026. Namun, berdasarkan informasi dalam naskah sumber, Arief tercatat mengakhiri jabatannya pada 7 Mei 2026 dan posisinya kemudian diisi oleh Kindaris.

Peran Arief dalam pengembangan program Mekaar

Salah satu program yang menjadi perhatian selama masa kepemimpinan Arief adalah Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar). Program PNM ini ditujukan untuk memperluas akses pembiayaan bagi perempuan dari keluarga prasejahtera melalui skema kelompok yang disertai pendampingan usaha.

Mekaar tidak hanya menyediakan akses modal, tetapi juga mendukung nasabah dalam meningkatkan kemampuan mengelola dan mengembangkan usaha. Program tersebut menyasar masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal.

Di bawah kepemimpinan Arief, jumlah nasabah Mekaar disebut meningkat hingga sekitar 15,2 juta orang. Perkembangan program tersebut juga mendapat apresiasi dari Presiden Joko Widodo.

Selain Mekaar, PNM menjalankan Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM), program yang menyediakan pembiayaan dan pendampingan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Perjalanan Arief Mulyadi di PNM mencerminkan perkembangan karier dari petugas lapangan hingga pucuk pimpinan perusahaan. Selama berkiprah di sektor keuangan dan pemberdayaan usaha mikro, ia terlibat dalam pengelolaan perusahaan serta pengembangan program yang ditujukan untuk memperluas kesempatan ekonomi bagi masyarakat.

AL
Ayu LestariEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update