Minggu, 02 Agt 2026 NewsDaerahEkonomiSosokTren
Breaking
Beranda › News
News

Medco Ungkap Fakta Kebocoran Pipa Minyak di Blok Rimau, Volume Tumpahan Diklaim Kurang dari Satu Barel

✍️ M Taufik Hidayatulloh 🕒 25 Jun 2026 👁️ 16x dibaca
Semburan minyak akibat kebocoran pipa PT Medco E&P Indonesia Blok Rimau di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Senin (22/6/2026).
Semburan minyak akibat kebocoran pipa PT Medco E&P Indonesia Blok Rimau di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Senin (22/6/2026). Foto: Istimewa

PT Medco Energi Internasional mengungkap fakta kebocoran pipa minyak di Blok Rimau, Musi Banyuasin. Volume tumpahan diklaim kurang dari satu barel dan tidak berdampak material pada operasional perusahaan.

UPDATEYUK - PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait insiden kebocoran pipa minyak mentah di wilayah operasi Blok Rimau, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, yang sempat menghebohkan warga pada awal pekan ini.

Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) yang disampaikan Sekretaris Perusahaan MEDC, Siendy K Wisandana, pada Rabu (24/6/2026), perusahaan mengonfirmasi telah terjadi kebocoran pada salah satu pipa penyaluran minyak mentah yang dioperasikan entitas anak perusahaan di area Blok Rimau pada Senin (22/6/2026).

Meski insiden tersebut sempat memicu kepanikan warga dan menjadi perhatian publik, Medco menyebut volume tumpahan minyak yang terjadi relatif kecil, yakni diperkirakan kurang dari satu barel.

“Perseroan mengonfirmasi telah terjadi kebocoran pada salah satu pipa penyaluran minyak mentah yang dioperasikan entitas anak Perseroan pada tanggal 22 Juni 2026 di area operasi Blok Rimau,” tulis Siendy dalam keterbukaan informasi tersebut.

Baca Juga: Prabowo Sebut Mahasiswa Dibayar Rp200 Ribu untuk Demo, Publik Kembali Kaitkan dengan Polemik Mahasiswa UBK

Kebocoran Pipa Minyak di Blok Rimau Masih Diinvestigasi

📷 Embed Instagram: https://www.instagram.com/p/DZ5C-DkD82s/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=NTc4MTIwNjQ2YQ==

Hingga saat ini, penyebab pasti kebocoran pipa minyak di Blok Rimau masih dalam proses investigasi internal perusahaan.

MEDC menyatakan telah mengaktifkan prosedur tanggap darurat sesaat setelah insiden diketahui. Langkah tersebut dilakukan untuk menghentikan kebocoran sekaligus meminimalkan dampak terhadap lingkungan dan aktivitas masyarakat sekitar.

“Perseroan segera mengaktifkan prosedur tanggap darurat dan telah berhasil menghentikan kebocoran,” ujar Siendy.

Perusahaan juga menegaskan proses pembersihan area terdampak dan pemulihan lingkungan telah dilakukan sesuai standar Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lindung Lingkungan (K3LL). Saat ini, penanganan disebut telah memasuki tahap akhir berupa pemantauan kondisi di lapangan.

Selain itu, Medco memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.

Warga Sempat Panik, Minyak Menyembur Hingga Lima Meter

Sebelumnya, insiden kebocoran pipa minyak mentah milik PT Medco E&P Indonesia Blok Rimau terjadi di Kilometer 85 Desa Babat Banyuasin, Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin, pada Senin (22/6/2026) sekitar pukul 07.07 WIB.

Peristiwa tersebut sempat mengundang perhatian warga setelah minyak mentah berwarna hitam pekat dilaporkan menyembur ke udara hingga mencapai ketinggian sekitar lima meter.

Semburan minyak terlihat jelas dari lokasi kejadian dan menarik perhatian masyarakat serta pengguna jalan yang melintas. Aktivitas di sekitar lokasi juga sempat terganggu sebelum tim teknis perusahaan melakukan penanganan darurat.

Baca Juga: DLH Situbondo Tegaskan Air Limbah Industri Wajib Penuhi Baku Mutu Sebelum Dibuang ke Laut

Dampak insiden tidak hanya dirasakan warga sekitar, tetapi juga sejumlah pelaku usaha yang beroperasi di kawasan tersebut. Sebuah rumah makan dilaporkan menghentikan operasional sementara akibat terdampak kejadian tersebut.

Selain itu, sebuah truk tronton pengangkut mobil yang sedang terparkir di sekitar lokasi juga terkena semburan minyak mentah. Sopir kendaraan tersebut disebut meminta pertanggungjawaban atas kerugian yang timbul akibat insiden tersebut.

Medco Klaim Tidak Berdampak Material terhadap Operasional

Dalam keterbukaan informasinya, MEDC menyatakan telah melaporkan insiden tersebut kepada SKK Migas, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Musi Banyuasin, aparat keamanan, serta instansi terkait lainnya.

Perusahaan juga mengaku telah berkomunikasi dengan masyarakat terdampak dan menindaklanjuti berbagai laporan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Perseroan juga berkomunikasi dengan masyarakat terdampak dan menindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Siendy.

Sementara itu, Senior Manager Communication Medco E&P, Leony Lervyn, sebelumnya menyampaikan bahwa perusahaan masih melakukan pendataan terhadap dampak dan kerugian yang ditimbulkan akibat kebocoran pipa tersebut.

“Kami terus berupaya agar kejadian ini dapat segera diatasi dengan baik sehingga operasional tetap aman dan berkelanjutan,” ujar Leony.

Baca Juga: Konflik Lahan Eks HGU di Tasikmalaya Memanas, Video TNI dan Petani Viral

MEDC menegaskan insiden kebocoran pipa minyak di Blok Rimau tidak memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perusahaan.

“Menurut penilaian Perseroan, kejadian ini tidak menimbulkan dampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, maupun mempengaruhi kelangsungan usaha Perseroan, termasuk pada Blok Rimau,” tulis perusahaan.

Hasil investigasi yang masih berlangsung nantinya akan menjadi dasar bagi perusahaan untuk menentukan langkah perbaikan serta mitigasi guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

MH
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update